Tak Ganggu Ujian, Siswa SDN Binuang 10 Tapin Tetap Ikuti TKA Meski Kelas Roboh
Ratino Taufik April 27, 2026 10:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Pasca ambruknya ruang kelas VI, siswa SDN Binuang 10, Kabupaten Tapin, terpaksa menjalani kegiatan belajar sementara di ruang kelas madrasah. 

Di tengah keterbatasan tersebut, Kepala SDN Binuang 10, Yani, memastikan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) nasional tetap berlangsung, dengan 15 siswa mengikuti ujian di ruang kelas V, Senin (27/4/2026).

Kondisi darurat yang dialami SDN Binuang 10 tidak menyurutkan semangat siswa untuk tetap mengikuti proses pendidikan. 

Sejak ruang kelas VI mengalami kerusakan hingga akhirnya ambruk, pihak sekolah langsung mengambil langkah cepat dengan memindahkan kegiatan belajar ke lokasi yang lebih aman.

Untuk sementara waktu, siswa kelas VI mengikuti pembelajaran di ruang kelas madrasah terdekat. 

Langkah ini diambil guna memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan tanpa harus menunggu pembangunan ulang gedung sekolah. 

Meski fasilitas terbatas, kegiatan penting seperti Tes Kemampuan Akademik (TKA) tetap dilaksanakan sesuai jadwal. 

Baca juga: Ambruknya Kelas SDN Binuang 10 Tapin Jadi Sorotan, Komite Siap Mediasi Ganti Rugi Warga Terdampak

Sebanyak 15 siswa tercatat mengikuti ujian nasional tersebut dengan memanfaatkan ruang kelas V yang masih layak digunakan. 

“Kejadian ambruknya ruang belajar kelas VI itu, syukurnya tak sempat menganggu kegiatan TKA siswa saya, selama dua hari ini,” ujar Yani.

Yani menegaskan, pihak sekolah telah melakukan berbagai antisipasi sejak awal, terutama ketika kondisi bangunan mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan pasca banjir beberapa waktu lalu.

Selain memindahkan siswa, sekolah juga telah mengamankan sejumlah fasilitas penting, termasuk jaringan listrik, guna menghindari potensi bahaya saat bangunan roboh.

Di sisi lain, ambruknya ruang kelas tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran karena lokasinya berdekatan dengan permukiman warga. 

Namun beruntung, tidak ada korban jiwa maupun kerusakan signifikan pada rumah warga sekitar. 

Saat ini, aktivitas belajar mengajar berjalan dengan sistem penyesuaian, termasuk berbagi ruang kelas dengan siswa lain. 

Bahkan, beberapa siswa harus diliburkan sementara agar ruang belajar dapat digunakan secara bergantian. 

Pihak sekolah berharap adanya perhatian cepat dari pemerintah daerah untuk segera membangun kembali ruang kelas yang rusak, sehingga siswa dapat kembali belajar dengan nyaman dan optimal. 

“Harapan kami tentu secepatnya dibangun kembali, agar anak-anak bisa belajar seperti biasa,” pungkas Yani. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid) 

 

 

 

 

 

 


 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.