Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yarmen Dnamika | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Penyair legendaris Indonesia Angkatan 66, Taufiq Ismail, bersama rombongan hadir dalam kegiatan Puitika Nasional di SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh, Senin (27/4/2026) pagi.
Kehadirannya bersama penyair asal Gayo, LK Ara, memancarkan spirit literasi yang hidup dan inspiratif bagi ratusan siswa di SMA tersebut.
Kegiatan yang berlangsung di SMAN 10 Banda Aceh itu turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang diwakili oleh Kepala Bidang SMA dan PKLK, Syarwan Joni MPd.
Hadir juga Pengawas Sekolah Jenjang Menengah Banda Aceh, Samsul Bahri MPd, Kepala SMAN 10 Fajar Harapan, Dr Anwar MEd, dan dewan guru SMA Garuda Transformasi tersebut.
Dalam sambutannya, Syarwan Joni menegaskan pentingnya kegiatan sastra sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa.
Ia berharap, momentum ini mampu memotivasi pelajar untuk lebih dekat dengan dunia literasi, khususnya sastra.
Baca juga: LK Ara Ungkap Rahasia Sastra Lisan Gayo, Begini Penuturan Penyair Lansia yang Kini Juga YouTuber
"Ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Pendidikan bahwa sekolah tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membangun kepekaan dan daya pikir kritis peserta didik," ujarnya.
Pada sesi utama, Taufiq Ismail bersama LK Ara membacakan puisi yang disambut antusias oleh siswa.
Tidak hanya membaca, Taufiq juga berbagi pengalaman perjalanan kepenyairannya.
Ia mengaku kecintaannya terhadap sastra dimulai dari kebiasaan membaca, bersdiskusi, hingga akhirnya menulis puisi.
"Saya suka membaca buku sastra, lalu berdiskusi, dan itu terus berlanjut hingga menulis. Saya pernah ingin menulis novel, tetapi gagal karena terlalu panjang," ungkapnya yang disambut tawa peserta.
Lebih jauh, Taufiq juga menekankan pentingnya proses dalam menulis. Ia mengingatkan agar siswa tidak tergesa-gesa memublikasikan karya.
Baca juga: Kisah LK Ara, Ceh Lakiki Mengarang Didong Gayo Sambil Memejamkan Mata
"Tulislah puisi itu berkali-kali. Kalau melihat orang meminta-minta, maka tulislah penderitaannya, menulislah dengan tulus. Jangan cepat-cepat berharap dimuat di media.
Puisi yang baik lahir dari proses yang panjang," ungkapnya.
Penyair yang berumur 90 tahun ini juga mendorong sekolah untuk memperkuat budaya literasi melalui penyediaan buku sastra di perpustakaan dan membangun ruang diskusi terbuka.
Menurutnya, membaca tanpa diskusi akan membuat pemahaman menjadi dangkal.
LK Ara pun turut memberikan motivasi. Ia mengingatkan tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dan semangat dalam berkarya sebagai bagian dari rahasia hidup sehat seorang penulis.
Kegiatan ini dimoderatori oleh penyair nasional asal Aceh yang juga Wartawan Serambi Indonesia, Fikar W Eda MSn.
Diskusi berlangsung interaktif. Para siswa dan guru aktif ambil bagian dalam bertanya. Taufiq Ismail dan LK Ara silih berganti menjawab pertanyaan siswa dan guru.
Sehari sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Muthalamuddin MSP sudah menjamu Taufiq Ismail dan istri di sebuah kafe kawasan Pango, Banda Aceh. (*)