SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Kabar gembira bagi para petani karet khususnya di Sumatera Selatan. Mengawali pekan ini, Senin (27/4/2026), harga karet dunia di pasar internasional Singapura (SGX Sicom) mengalami kenaikan dibandingkan penutupan pekan lalu.
Berdasarkan data SGX-Sicom, harga karet menyentuh angka 211,8 US cent per kilogram.
Dengan nilai tukar kurs Rp17.192 per dolar AS, harga tersebut setara dengan Rp36.413 per kilogram untuk Kadar Karet Kering (KKK) 100 persen.
Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar Rp214 per kilogram dibandingkan posisi Jumat (24/4) yang berada di level Rp36.199.
Sekjen Apkarindo Sumsel, H. Rudi Arpian, menyatakan bahwa tren penguatan harga yang konsisten sejak akhir pekan lalu mencerminkan tingginya kepercayaan pasar terhadap komoditas karet.
"Pergerakan harga yang terus menguat ini menjadi modal semangat bagi petani. Namun, kami mengingatkan agar petani tetap konsisten menjaga kualitas Bahan Olah Karet (Bokar) agar nilai jualnya tetap optimal di mata pembeli," ujar Rudi, Senin (27/4/2026).
Rudi menekankan pentingnya penggunaan koagulan (pembeku) sesuai anjuran dan memastikan bokar bersih dari kontaminasi kotoran.
Menurutnya, semakin tinggi persentase KKK yang dihasilkan, semakin besar pula keuntungan yang akan dibawa pulang oleh petani.
Berikut adalah rincian harga karet berdasarkan kadar kering (belum termasuk potongan biaya produksi):
KKK 70 % : Rp25.489 per kg
KKK 60 % : Rp21.848 per kg
KKK 50 % : Rp18.207 per kg
KKK 40 % : Rp14.565 per kg
KKK 30 % : Rp10.924 per kg
Baca juga: Jemput Bola ke Lapas Martapura, Disdukcapil OKU Timur Rekam Data 82 WBP Demi Akses Kesehatan