Aceh Rawan Karhutla, 11 Hotspot Terdeteksi, Jangan Buang Puntung Rokok Sembarangan
Saifullah April 28, 2026 12:03 AM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya 11 titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Aceh pada Senin (27/4/2026).

“Dari hasil pantauan sensor MODIS (Satelit Terra, Aqua, & Suomi NPP) dan NOAA20/VIIRS, terdapat 11 titik panas di Provinsi Aceh,” kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda, Dedi saat dikonfirmasi Serambinews.com, Senin (27/4/2026).

Menurut Dedi, sejumlah titik panas tersebut merupakan hasil pantauan mereka pada Minggu (26/4) sejak pukul 00.00 hingga 23.00 WIB.

Dedi mengungkap, sebaran titik panas tersebut terpantau tiga kabupaten berbeda, yaitu di Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Timur, dan Aceh Utara.

Untuk Aceh Jaya, terpantau dua titik panas di Kecamatan Teunom.

Sedangkan di Aceh Timur terdeteksi empat titik panas, yakni satu titik di Kecamatan Bayeun serta tiga titik di Kecamatan Simpang Jernih.

Baca juga: 26 Hotspot Terdeteksi di Aceh Timur, Bisa Picu Karhutla, Ini Sebaran Lokasinya

Sementara di Aceh Utara, terpantau lima titik panas, dan seluruhnya berada di dalam kawasan Kecamatan Sawang.

“Seluruh titik panas yang terpantau memiliki tingkat kepercayaan 8 atau dalam kategori sedang,” katanya.

Guna menghindari hal yang tidak diinginkan, BMG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan karena rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Warga diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Selain itu, aktivitas yang berpotensi memicu api seperti membakar sampah di ruang terbuka tanpa pengawasan dan membuang puntung rokok sembarangan juga harus dihindari. 

Di sisi lain, BMKG juga mencatat bahwa fenomena Gelombang Rossby Equatorial masih terpantau aktif di wilayah Aceh.

Baca juga: 34 Titik Panas Muncul di Aceh, BMKG Peringatkan Risiko Karhutla Kian Tinggi

Kondisi ini diperparah dengan adanya belokan angin dan konvergensi, serta hangatnya suhu muka laut di perairan Barat dan Timur Aceh yang dapat meningkatkan potensi penguapan (penambahan massa uap air). 

“Kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Aceh,” tukas Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda, Dedi.(*) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.