TRIBUNJATENG.CO, BEKASI – Detik-detik kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat diungkap salah satu penumpang KRL yang selamat, Senin (27/4/2026).
Informasi sementara, ada dua korban tewas dalam insiden yang terjadi sekira pukul 20.30 itu.
Berkaitan dengan korban lain, termasuk luka ringan maupun berat, pihak PT KAI masih mengumpulkan data, sembari melakukan proses evakuasi dan penyelidikan.
Baca juga: FAKTA Terbaru Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha: 11 Pengasuh Diperintah Ketua Yayasan
• Sosok Hakim Aktif Disebut Jadi Pemilik Yayasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Asap tebal dan suara sirene darurat mewarnai suasana mencekam saat kecelakaan antara KRL relasi Bekasi–Jakarta dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi pada Senin (27/4/2026) malam.
"Begitu tabrakan, sirene langsung bunyi dan asap seperti kelihatan tabrakan besar," ujar salah satu penumpang KRL, Hendri seperti dilansir dari Kompas.com, Senin (27/4/2026).
Hendri menuturkan, sebelum insiden itu, rangkaian KRL yang dia tumpangi sempat tiba di Stasiun Bekasi Timur sekira pukul 20.30 dan berhenti cukup lama karena adanya lintasan kendaraan mobil di sekitar jalur stasiun.
“Sekira pukul 20.30 KRL ini datang, tapi berhenti agak lama karena ada lintasan mobil,” kata Hendri.
Tak lama kemudian, KA Argo Bromo Anggrek yang melintas diduga menabrak bagian belakang rangkaian KRL, termasuk gerbong khusus perempuan yang mengarah ke Cikarang.
“KA Argo Bromo menabrak gerbong belakang, agak masuk ke dalam. Jadi untuk korban, kami tidak tahu berapa jumlahnya."
"Ini sedang dievakuasi,” kata Hendri.
Hendri menyebut, situasi saat kejadian berlangsung sangat cepat dan disertai kepanikan penumpang.
Dia menyebut, suara benturan yang terjadi sangat keras hingga menyerupai ledakan.
“Suaranya seperti bom,” kata dia.
Hendri menyebut dirinya berada cukup dekat dengan titik kejadian saat insiden berlangsung, hanya sekira tiga meter dari lokasi tabrakan.
Sementara itu, proses evakuasi langsung dilakukan di lokasi kejadian.
Hendri menyebut, puluhan ambulans telah dikerahkan untuk membawa korban dari Stasiun Bekasi Timur.
“Sudah ada 35 ambulans yang bawa korban kecelakaan itu,” ujarnya.
Terpisah, VP Corporate Secretary KAI Commuter (KCI), Karina Amanda menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penanganan di lapangan.
“Saat ini kami masih melakukan penanganan kondisi di lokasi,” kata Karina.
Baca juga: CEK FAKTA, Konsumsi Ikan Asin Bisa Sebabkan Kanker, Begini Kata Ahli
• Tragedi Adik Tusuk Kakak Hingga Meninggal di Semarang, Ayah Syok Kehilangan Dua Anak Sekaligus
Terpisah, PT KAI menyampaikan duka cita atas meninggalnya dua korban dalam peristiwa tabrakan kereta di Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) malam itu.
Manager Humas PT KAI Daop I Jakarta, Franoto Wibowo mengonfirmasi bahwa dua korban meninggal setelah sempat dievakuasi ke rumah sakit.
"Di rumah sakit ada dua korban meninggal. Kami meminta maaf dan berbelasungkawa yang sebesar-besarnya," ujar Franoto.
Dia mengatakan, sejak awal kejadian, PT KAI langsung melakukan proses evakuasi dengan melibatkan berbagai instansi seperti kepolisian, TNI, Basarnas, pemadam kebakaran, PMI, serta tenaga kesehatan.
"Kami berupaya secepatnya ke rumah sakit terdekat," kata dia.
Selain korban meninggal, beberapa penumpang lain dilaporkan mengalami luka dan telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
PT KAI juga memastikan akan bertanggung jawab atas pengobatan korban luka dalam insiden tersebut.
Lebih lanjut, Franoto menyampaikan bahwa penyebab tabrakan masih dalam proses penyelidikan.
PT KAI bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
Saat ini, KAI masih mengumpulkan data dan bukti terkait kejadian yang berlangsung sekira pukul 20.40 tersebut.
Informasi lebih lanjut akan disampaikan secara berkala seiring perkembangan penanganan di lapangan. (*)
Sumber Kompas.com