TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Desi warga Jakarta menjadi penumpang KRL Commuter Line rute Kampung Bandan-Cikarang yang selamat usai dihantam KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di perlintasan Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (28/4/2026) malam.
Ia berada di gerbong lima saat itu, commuter line sempat berhenti karena tertemper taksi listrik.
Desi sempat bertanya-tanya dalam hatinya penumpang tak ramai seperti hari biasanya.
Perasaannya makin tidak enak.
"Saya sudah merasa tidak enak ini ada apa kok berhenti," ucap Desi membaca firasat.
Tak lama datang KA Argo Bromo yang menabrak bagian belakang commuter line dengan nomor PLB 5568A.
Terdengar hantaman keras dari gerbong paling belakang.
Kata Desi, semua penumpang terpental.
"Iya pada mental semua kita pada lari," ungkapnya.
Dari pengeras suara di dalam kereta, petugas menyampaikan bahwa telah terjadi kecelakaan.
Pintu otomatis commuter line terbuka seketika.
Baca juga: Malam Mencekam usai Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo, Suara Ambulans Terus Meraung di RSUD Bekasi
Desi menceritakan semua penumpang yang selamat berhamburan.
"Kondisinya panik saya lihat ada yang terjepit itu dadanya, ada juga yang pahanya terbelah," tuturnya.
Sambil duduk di kursi Stasiun Bekasi Timur, Desi masih termenung.
Dia bersama penumpang lainnya yang juga selamat belum beranjak meninggal lokasi.
Evakuasi Bertahap
Sejumlah korban tabrakan antara KA Argo Bromo dengan KRL tujuan Cikarang dievakuasi secara bertahap dari lokasi kejadian di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.
Mayoritas korban dilaporkan dalam kondisi terjepit, sehingga proses evakuasi harus dilakukan menggunakan alat pemotong baja oleh petugas gabungan di area peron stasiun.
Baca juga: Tabrakan KRL VS Argo Bromo Anggrek: Situasi Mencekam, Proses Evakuasi Penumpang Sulit
Relawan medis yang berada di lokasi menyampaikan bahwa para korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Bekasi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Ke RSUD Bekasi penanganan medisnya,” ujar seorang relawan yang mengenakan seragam Palang Merah.
Korban lainnya ada juga yang dibawa ke Rumah Sakit Primaya dan Rumah Sakit Bella.
Sejumlah ambulans tampak berjejer di sekitar area Stasiun Bekasi Timur guna mempercepat proses evakuasi korban ke fasilitas kesehatan.