Update Jumlah Korban Tewas Kecelakaan KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur: 3 Nyawa Melayang
Eri Ariyanto April 28, 2026 01:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kecelakaan maut kembali mengguncang perjalanan kereta api di Indonesia setelah insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026) malam.

Peristiwa tragis tersebut terjadi secara tiba-tiba dan langsung menimbulkan kepanikan di antara penumpang serta petugas di lokasi kejadian.

Benturan keras antara dua rangkaian kereta membuat sejumlah gerbong mengalami kerusakan parah dan kondisi di sekitar lokasi berubah kacau.

Tim evakuasi gabungan dari petugas kereta api, kepolisian, dan Basarnas segera dikerahkan untuk melakukan penanganan darurat di tempat kejadian.

Hingga saat ini, data sementara menyebutkan bahwa jumlah korban tewas terus diperbarui seiring proses identifikasi yang masih berlangsung.

Pihak berwenang menyatakan bahwa sedikitnya tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat insiden memilukan tersebut.

Sementara itu, sejumlah korban luka-luka telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan yang melibatkan dua kereta besar tersebut.

Baca juga: Ribuan Anak Putus Sekolah di Kota Bandung Jabar, Faktornya Terbongkar: Ekonomi & Kecanduan Gadget

3 Orang meninggal dunia

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyebut jumlah korban meninggal dalam insiden kecelakaan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan kereta rel listrik KRL di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026) malam mencapai tiga orang.

"Saya mendapatkan informasi sudah dievakuasi sebanyak 29 orang di rumah sakit, sementara 3 meninggal dunia," jelas Dasco di Stasiun Bekasi Timur, dikutip dalam tayangan Breaking News Kompas TV, Senin.

Meski begitu, Dasco mengatakan bahwa jumlah korban kemungkinan masih bisa bertambah.

Pasalnya, proses evakuasi yang dilakukan sejumlah petugas gabungan masih berlangsung.

"Kita doakan proses evakuasi dapat selesai dengan cepat," tuturnya.

Manajer Humas Daop I Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, para korban telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

"Tercatat di rumah sakit ada 2 korban meninggal dunia," ujar Franoto dalam tayangan siaran langsung KOMPAS TV, Senin malam.

KAI menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut.

Saat ini, mereka fokus mengevakuasi korban sambil melakukan investigasi.

"Kronologi nanti dari KNKT dan KAI akan menyelidiki bersama soal penyebabnya," kata Franoto.

TABRAKAN KERETA - Sejumlah penumpang KRL dievakuasi saat tabrakan dengan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026).
TABRAKAN KERETA - Sejumlah penumpang KRL dievakuasi saat tabrakan dengan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026). (KOMPAS.com/Nurpini)

Kronologi KA Argo Bromo dan KRL Tabrakan di Bekasi, Bermula Tabrak Taksi

Kereta Api Argo Bromo Anggrek terlibat kecelakaan dengan Kereta Listrik (KRL) rute Bekasi-Jakarta di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026).

Salah satu penumpang Commuter Line, Munir, mengatakan peristiwa itu bermula saat kereta yang ia tumpangi dari arah Jakarta menuju Cikarang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur.

Kereta itu berhenti lantaran terdapat Commuter Line dari arah Cikarang menuju Bekasi menabrak mobil taksi.

Ketika berhenti, melintas dari arah belakang Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek langsung menghantam Commuter Line yang ditumpangi Munir.

"Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai nembus gerbong," kata Munir di lokasi, Senin (27/4/2026).

Munir menjelaskan, akibat kejadian itu, gerbong perempuan Commuter Line rusak parah.

Sejumlah penumpang di dalam gerbong tampak kesulitan mengevakuasi diri karena akses tertutup bangku dan gerbong yang hancur.

Saat ini, sekira pukul 22.39 WIB, proses evakuasi terhadap para korban tengah dilakukan. Evakuasi para penumpang tampak dilakukan di gerbong KRL.

Sementara itu, Hendri, penumpang KRL Bekasi–Jakarta, mengaku mendengar suara keras seperti ledakan saat kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek.

"Ya kalau kedengerannya seperti suara bom, saking kencangnya," ujar Hendri, dikutip dari tayangan live Kompas TV, Senin.

Sebelum insiden terjadi, rangkaian KRL disebut tiba di Stasiun Bekasi Timur sekitar pukul 20.30 WIB.

Hendri mengatakan, KRL itu berhenti cukup lama karena adanya lintasan kendaraan mobil di sekitar jalur stasiun.

“Jadi tadi sebenarnya kereta ini mendahului kereta saya dari Bekasi Timur sekitar 15 menit,” kata Hendri.

Tak lama kemudian, KA Argo Bromo Anggrek yang melintas diduga menabrak bagian belakang rangkaian KRL, termasuk gerbong khusus perempuan yang mengarah ke Cikarang.

“Nah ini Argo Bromo nabrak gerbong belakang yang di tempatkan perempuan, agak masuk ke dalam. Jadi korban kita enggak tahu berapa jumlahnya, ini sedang dievakuasi,” ujarnya.

Hendri mengaku kejadian berlangsung sangat cepat dan disertai kondisi panik di dalam rangkaian kereta. Ia menyebut muncul asap tebal setelah benturan keras terjadi.

“Sekitar jam 8. Karena itu berasap, tabrakan kencang. Saya tinggal lari,” kata dia.

Ia juga menggambarkan suasana saat kejadian, di mana sirene langsung berbunyi dan kondisi sekitar dipenuhi kepanikan.

“Awalnya biasa-biasa saja, tapi begitu ada tabrakan ini kan sirene langsung bunyi dan asap seperti kelihatan tabrakan besar,” ujarnya.

Setelah kejadian, proses evakuasi langsung dilakukan di lokasi.

Hendri menyebut sejumlah ambulans dikerahkan untuk membawa korban dari lokasi.

“Sudah ada 35 ambulans yang bawa korban kecelakaan itu,” ujarnya.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan permintaan maaf atas insiden kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan kereta rel listrik (KRL) Bekasi-Jakarta di Stasiun Bekasi Timur.

"Jadi malam ini ada kejadian kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur. Kami dari KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan permohohan maaf, bela sungkawa yang sebesar-besarnya, sedalam-dalamnya," ungkap Manager Humas DAOP 1 Jakarta Franoto Wibowo dalam tayang Breaking News Kompas TV, Senin.

Franoto mengatakan, pihaknya memastikan tengah melakukan evakuasi terhadap para korban dalam kejadian tersebut.

Proses evakuasi melibatkan kepolisian TNI, Basarnas, pemadam kebakaran, PMI, dan tenaga kesehatan lainnya.

"Untuk korban kami berusaha untuk mengevakuasi ke rumah sakit terdekat. Tercatat di rumah sakit ada dua korban meninggal dunia, sekali lagi kami DAOP 1 Jakarta memohon maaf dan berbelasungkawa sebesar-besarnya," tutur Franoto.

(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.