WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengambil langkah drastis dengan menghentikan sementara seluruh operasional kereta api jarak jauh keberangkatan Jakarta menuju Jawa.
Keputusan besar ini diambil guna memprioritaskan proses evakuasi korban dan pembersihan jalur pasca-tabrakan maut antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa penundaan keberangkatan dari stasiun besar seperti Gambir dan Pasar Senen merupakan langkah krusial.
Baca juga: Tragedi Stasiun Bekasi Timur: Gerbong KRL Hancur Dihantam Argo Bromo, 4 Tewas, Korban Luka di 3 RS
Penutupan akses ini diharapkan dapat memberikan ruang gerak lebih luas bagi tim evakuasi gabungan di lapangan.
"Kereta-kereta dari Jakarta, baik dari Pasar Senen maupun Gambir, malam ini kami setop operasinya yang menuju Jawa. Ini dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi di lokasi kejadian," tegas Anne Purba di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026) dini hari.
Revisi Data Korban Meninggal Dunia
Dalam perkembangan terbaru, pihak KAI melakukan revisi terhadap data jumlah korban jiwa.
Jika sebelumnya sempat dilaporkan ada empat korban tewas, Anne memberikan klarifikasi bahwa hingga saat ini jumlah korban meninggal dunia yang teridentifikasi secara resmi berjumlah tiga orang.
"Tadi ada 38 orang yang sudah dievakuasi dan memang ada tiga yang teridentifikasi meninggal dunia, kami revisi datanya. Untuk identitasnya masih kami lakukan pengecekan di rumah sakit," tambah Anne.
Senada dengan KAI, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco yang memantau lokasi sejak Senin malam menyebutkan bahwa evakuasi masih berlangsung dinamis.
Ia memperingatkan adanya kemungkinan jumlah korban bertambah mengingat kerusakan parah pada gerbong khusus perempuan yang dihantam lokomotif kereta jarak jauh tersebut.
Baca juga: KA Argo Bromo Hantam KRL yang Tertahan Taksi di Bekasi Timur, 4 Meninggal dan 38 Luka-luka
Kondisi Lapangan: Gerbong Hancur Lebur
Kesaksian penumpang selamat, Munir, menggambarkan betapa hebatnya benturan yang terjadi pada pukul 20.53 WIB tersebut.
Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan menembus masuk ke dalam gerbong KRL yang tengah berhenti.
"Gerbong perempuan hancur lebur. Masih banyak korban yang terjebak di dalam karena akses tertutup bangku dan puing gerbong yang ringsek," ujar Munir.
Saat ini, petugas gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, dan Damkar masih terus berupaya membebaskan penumpang yang terjepit.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memastikan seluruh korban luka telah dilarikan ke tiga titik rujukan, yakni RSUD Kota Bekasi, RS Bella, dan RS Primaya.