TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - VP Corporate Communication PT KAI Anne Purba memastikan 240 orang penumpang Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek selamat dari insiden kecelakaan kereta dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.
Menurutnya imbas kecelakaan kereta ini seluruh operasional KA jarak jauh dari Jakarta dihentikan sementara.
Hal ini guna mempercepat proses evakuasi korban dan kereta.
"Kami menyiapkan bus untuk diantarkan kembali penumpang, karena kita pada saat ini untuk semua operasi kereta api dari Jakarta, kami setop baik dari Pasar Senen ataupun Gambir," kata Anne di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).
Anne menjelaskan proses evakuasi dilakukan secara cepat.
Harapannya agar sarana dan prasarana dapat segera beroperasi normal.
"Ini kami upayakan secepatnya, makanya kita stop kereta yang dari Gambir, pertama kami harus memastikan pelanggan kami semuanya dari evakuasi kembali ke rumah sakit, kemudian sarana dan juga prasarana supaya besok bisa beroperasi," tambahnya.
Terkait penyebab kecelakaan nantinya akan diselidiki oleh pihak yang berwenang dalam hal ini Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Apa penyebabnya semuanya nanti berikutnya. Ini kita fokus kepada evakuasi kembali ke rumah sakit," imbuh Anne.
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait kecelakaan antara Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek.
Ia menegaskan, fokus utama saat ini adalah proses penyelamatan dan penanganan korban.
“Yang utama adalah kita melakukan pertolongan dan penanganan kepada para korban. Itu yang menjadi prioritas,” ujar Asep.
Baca juga: 29 Korban Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo di Bekasi Timur Sudah Dievakuasi, Tiga Meninggal Dunia
Kapolda menjelaskan, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan unsur SAR lainnya.
Ia berharap seluruh korban dapat segera dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 29 korban telah dievakuasi ke tiga rumah sakit, yakni Rumah Sakit Primaya Bekasi, RSUD Kota Bekasi, dan Rumah Sakit Bella Bekasi.
Tiga korban dinyatakan meninggal dunia atas insiden kecelakaan kereta tersebut.
Selain evakuasi, aparat juga telah melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP) dengan memasang garis polisi guna mendukung proses penyelidikan.
Irjen Asep menambahkan, jumlah korban masih bersifat fluktuatif seiring proses evakuasi yang masih berlangsung.
Baca juga: 3 Korban Tewas Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL Dibawa ke RSUD Bekasi, 1 Sudah Dibawa Pulang
Ia berharap tidak ada penambahan korban.
“Kita harapkan tidak bertambah, walaupun saat ini proses evakuasi masih berjalan,” katanya.
Dalam proses evakuasi, petugas menghadapi kendala karena sejumlah korban terjepit di dalam gerbong, sehingga diperlukan pemotongan badan kereta oleh tim Basarnas.
“Tadi kita lihat masih ada sekitar enam sampai tujuh orang yang terjepit. Mudah-mudahan bisa segera kita evakuasi,” ucapnya.
Lokasi korban terjepit hanya terjadi di gerbong khusus wanita.
Kecelakaan ini melibatkan kereta PLB 5568A (Commuter Line relasi Cikarang) dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi di KM 28+920 wilayah Stasiun Bekasi Timur.
Peristiwa bermula dari commuter line yang tertemper taksi listrik lalu ditabrak oleh rangkaian kereta jarak jauh di gerbong paling akhir.