Lompat dari Jembatan Merah Putih Ambon, Pria 67 Tahun Ditemukan Tewas
Ode Alfin Risanto April 28, 2026 04:52 AM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Seorang pria lanjut usia berinisial FJ (67) ditemukan meninggal dunia setelah diduga melompat dari Jembatan Merah Putih ke perairan Desa Galala, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Senin (27/4/2026) malam.

Kasi Humas Polresta Ambon, Ipda Janet Luhukay menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIT.

“Benar, telah terjadi peristiwa seorang pria yang diduga melompat dari atas Jembatan Merah Putih ke perairan Desa Galala. Korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa,” ujar Ipda Janet.

Baca juga: Seleksi Sekot Ambon Menuju Tiga Besar, Ini Harapan Wali Kota

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula saat seorang saksi, bersama rekan-rekannya sedang memancing di bawah Jembatan Merah Putih. 

Mereka kemudian mendengar teriakan dari atas jembatan yang disusul suara benturan keras di air laut.

Awalnya, saksi mengira suara tersebut berasal dari sampah yang dibuang. 

Namun karena merasa janggal, mereka berinisiatif mencari sumber suara dengan menyebar di sekitar lokasi.

Tak lama kemudian, salah satu rekan saksi menemukan tubuh korban di dalam air. 

Korban kemudian diangkat ke atas perahu dan diperiksa, namun sudah tidak bernyawa.

“Beberapa saat kemudian, salah satu rekan saksi menemukan korban di dalam air. Korban kemudian diangkat ke perahu dan diperiksa, namun sudah tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan,” jelas Janet.

Jenazah selanjutnya dibawa ke pesisir pantai Desa Galala.

Sekitar pukul 19.50 WIT, Bhabinkamtibmas Desa Galala menerima laporan dari warga dan langsung menuju lokasi bersama Babinsa untuk melakukan evakuasi ke darat. 

Jenazah kemudian dibawa ke gedung serbaguna Desa Galala sambil menunggu ambulans.

Pada pukul 20.00 WIT, Kapolsek Sirimau bersama personel piket tiba di lokasi. 

Tak berselang lama, tepatnya pukul 20.25 WIT, ambulans dari Rumah Sakit Bhayangkara Ambon tiba dan membawa jenazah.

“Sekitar pukul 20.33 WIT, jenazah tiba di RS Bhayangkara Ambon dan langsung dibawa ke ruang pemulasaran,” tambahnya.

Identitas Korban

Awalnya korban ditemukan tanpa identitas. Namun setelah dilakukan penelusuran oleh tim Inafis Polresta Ambon ke tempat tinggal korban, identitas berhasil diketahui melalui KTP yang ditemukan di kamar kos.

Korban diketahui kelahiran 19 Juni 1958 itu, berprofesi sebagai buruh harian lepas.

“Identitas korban berupa KTP ditemukan di tempat tinggalnya," jelas Ipda Janet.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Pihak kepolisian menyatakan masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. 

Dugaan sementara, korban mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari jembatan.

“Untuk penyebab pastinya masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara korban mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari jembatan,” tutup Kasi Humas.

Saat ini, jenazah masih berada di RS Bhayangkara Ambon sambil menunggu pihak keluarga.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.