TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang wanita bernama Nurhayati menjadi korban tewas dalam insiden kecelakaan kereta antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL tujuan Cikarang di perlintasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.
Pantauan Tribunnews.com sekira pukul 23.00 WIB di ruang pemulasaraan jenazah RSUD Bekasi, terlihat sejumlah orang dengan tubuh yang lemah duduk di bangku ruangan.
Mereka menunggu kepastian soal keberadaan sanak keluarga yang ikut menjadi korban dalam insiden tersebut.
Tak lama kemudian, seorang petugas datang dan berbincang kepada satu keluarga tersebut. Tiba-tiba suara tangisan yang sangat kencang pun terdengar.
Tangisan itu karena mereka sudah bisa memastikan jika satu korban tewas adalah sanak keluarganya.
Heri, menantu Nurhayati menceritakan awalnya korban hendak ke rumahnya yang berada di Cikarang, Jawa Barat untuk berkunjung.
Saat itu, korban berangkat bersama kakak dan anak-anaknya menggunakan KRL Commuter Line.
"Korban tuh dari Kemayoran, ini mah mau berkunjung ke rumah saya di Cikarang," kata Heri saat ditemui Tribunnews.com, Senin malam.
Saat itu, yang hanya ada dipikirannya yakni senang karena dikunjungi mertuanya. Bahkan, sang istri sempat berkomunikasi dengan ibunya sebelum kecelakaan maut itu terjadi.
"Komunikasi terakhir mah pas telepon masih di Jatinegara, terus Bekasi," ungkapnya.
Namun, kejadian yang tidak diinginkan pun terjadi. KRL Commuter Line yang Nurhayati tumpangi ditabrak kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek.
Setelah mendapat kabar, Heri langsung ke RSUD Bekasi mencari kepastian kondisi sang mertua.
Sayangnya, Nurhayati turut menjadi korban tewas dalam insiden kecelakaan tersebut.
"Ini mau langsung dibawa pulang ke Kemayoran," tuturnya.
Baca juga: 29 Korban Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo di Bekasi Timur Sudah Dievakuasi, Tiga Meninggal Dunia
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan bahwa telah terjadi gangguan perjalanan kereta api di wilayah Bekasi Timur, tepatnya di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin (27/4) pukul 20.52 WIB.
Gangguan tersebut terjadi akibat peristiwa tertempernya PLB 5568A (CL KPB–CKR) oleh PLB 4B (KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi) di lokasi kejadian.
Insiden ini berdampak pada operasional perjalanan kereta api di lintas tersebut.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa KAI menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
“Saat ini, PT KAI bersama pihak kepolisian tengah melakukan proses evakuasi terhadap rangkaian kereta serta penanganan korban di lokasi kejadian. Kami berupaya semaksimal mungkin agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali normal,” ujar Franoto.
Baca juga: KRL Dihantam KA Argo Bromo Anggrek: Gerbong Penumpang Wanita Hancur
KAI memastikan petugas di lapangan telah bergerak cepat untuk melakukan penanganan dan pengamanan lokasi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna mempercepat proses evakuasi dan pemulihan perjalanan.
Sebagai langkah pengamanan, aliran listrik aliran atas (LAA) pada lintas Cibitung–Bekasi Timur dan emplasemen Bekasi Timur untuk sementara dinonaktifkan.
Adapun penyebab kejadian serta jumlah perjalanan KA yang terdampak masih dalam proses investigasi dan pendataan lebih lanjut.