Petugas Medis hingga Sejumlah Ambulans Masih Siaga di Stasiun Bekasi Timur
Erik S April 28, 2026 03:35 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Proses evakuasi kecelakaan kereta rel listrik (KRL) relasi Kampung Bandan-Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek (Gambir-Surabaya Pasar Turi) di perlintasan Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, masih berlangsung.

Hingga Selasa (28/4/2026) dini hari, pantauan Tribunnews.com petugas gabungan berjibaku menyelamatkan korban yang terjepit di gerbong KRL khusus wanita.

Petugas medis hingga sejumlah ambulans bersiaga membawa korban ke rumah sakit.

Pun demikian petugas KAI yang berupaya memotong badan kereta menggunakan alat khusus.

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait kecelakaan antara Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek.

Ia menegaskan, fokus utama saat ini adalah proses penyelamatan dan penanganan korban.

“Yang utama adalah kita melakukan pertolongan dan penanganan kepada para korban. Itu yang menjadi prioritas,” ujar Asep.

Kapolda menjelaskan, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan unsur SAR lainnya. 

Ia berharap seluruh korban dapat segera dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis.

29 Korban Dievakuasi

Berdasarkan data sementara, sebanyak 29 korban telah dievakuasi ke tiga rumah sakit, yakni Rumah Sakit Primaya Bekasi, RSUD Kota Bekasi, dan Rumah Sakit Bella Bekasi.

Tiga korban dinyatakan meninggal dunia atas insiden kecelakaan kereta tersebut.

Selain evakuasi, aparat juga telah melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP) dengan memasang garis polisi guna mendukung proses penyelidikan.

Baca juga: 3 Korban Tewas Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL Dibawa ke RSUD Bekasi, 1 Sudah Dibawa Pulang

Irjen Asep menambahkan, jumlah korban masih bersifat fluktuatif seiring proses evakuasi yang masih berlangsung. 

Ia berharap tidak ada penambahan korban.

“Kita harapkan tidak bertambah, walaupun saat ini proses evakuasi masih berjalan,” katanya.

Dalam proses evakuasi, petugas menghadapi kendala karena sejumlah korban terjepit di dalam gerbong, sehingga diperlukan pemotongan badan kereta oleh tim Basarnas.

“Tadi kita lihat masih ada sekitar enam sampai tujuh orang yang terjepit. Mudah-mudahan bisa segera kita evakuasi,” ucapnya.

Lokasi korban terjepit hanya terjadi di gerbong khusus wanita.

Kecelakaan ini melibatkan kereta PLB 5568A (Commuter Line relasi Cikarang) dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi di KM 28+920 wilayah Stasiun Bekasi Timur.

Peristiwa bermula dari commuter line yang tertemper taksi listrik lalu ditabrak oleh rangkaian kereta jarak jauh di gerbong paling akhir.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.