Waspada Kencing Tikus
Irfani Rahman April 28, 2026 06:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID- MULAI merebaknya penyebaran bakteri leptospira yang biasanya ada pada kencing tikus perlu diwaspadai. Sejak Rabu (22/4) siang tim Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan bersama Puskesmas Tebing Tinggi sambangi Desa Kambiyain, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan. 

Kedatangan mereka, bertujuan memasang jebakan tikus, buntut ditemukannya satu kasus penderita leptospirosis yang dialami oleh salah satu warga di Desa Kambiyain.

Sebanyak 25 rumah di sekitar tempat tinggal pasien lantas menjadi sasaran. Secara umum, kasus penyakit yang disebabkan kencing tikus (leptospirosis) di Kalsel mengalami peningkatan sesuai data dinas kesehatan provinsi setempat.

Pada 2024 silam, Dinkes Kalsel menyebut hanya satu kasus yang ditemukan. Sementara sampai ini hingga bulan Juni 2025 kasusnya sudah empat orang yang terinfeksi. Bahkan satu orang asal Balangan meninggal dunia.

Selebihnya sembuh setelah penanganan. Penyakit kencing tikus menular dari hewan ke manusia. Berasal dari kencing tikus yang menempel di media tertentu seperti bekas makanan, tanah, dan lainnya.

Penyakit ini berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh, bahkan kematian jika tidak ditangani.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebelumnya mencatat Jawa Tengah sebagai provinsi dengan jumlah kasus suspek leptospirosis tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data per 4 Juli 2025 atau pekan ke-26, terdapat 859 kasus suspek di wilayah tersebut.

Setelah Jawa Tengah, suspek tertinggi ada di Yogyakarta sebanyak 620 kasus, Jawa Timur 409 kasus, Jawa Barat 160 kasus, dan Banten 124 kasus.

Sementara itu merujuk data Dinkes Balangan, pada tahun 2025 lalu, ada satu korban meninggal dunia akibat terkena virus tersebut. Mengingat gejalanya yang biasa saja, sehingga sempat dianggap sebagai sakit biasa pula. Leptospirosis adalah penyakit yang menular lewat kencing tikus.

Penyakit ini rentan diderita oleh orang-orang yang tinggal dan beraktivitas di wilayah rawan banjir dan banyak genangan.

Selain mereka yang tinggal di kawasan banjir, leptospirosis juga bisa rentan menyerang orang-orang yang beraktivitas di sungai, danau, kubangan sawah tanpa alas kaki, serta kontak dengan hewan yang terinfeksi bakteri leptospira.  

Mau tidak mau hal yang harus dilakukan untuk mencegah penularan penyakit leptospirosis adalah menjaga kebersihan diri.dan lingkungan. Apalagi ketika baru saja beraktivitas di genangan air yang kotor atau banjir.

Cuci tangan dan kaki secara teratur dengan sabun dan air mengalir. Lalu gunakan sepatu karet dan sarung tangan karet jika terpaksa beraktivitas di tempat rawan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.