Kabar Terbaru Kecelakaan KA Argo Bromo Vs KRL di Bekasi Timur, Korban Meninggal Jadi 5 Orang
Anita K Wardhani April 28, 2026 08:19 AM

 

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam menyisakan kabar duka. Korban meninggal bertambah menjadi lima orang.

Proses evakuasi yang hingga kini masih terus berlangsung di lokasi kejadian menghadapi kendala. 

Baca juga: Petugas Gabungan Angkut Kantong Jenazah dari Gerbong KRL Khusus Wanita

Petugas gabungan menghadapi sejumlah kesulitan dalam proses penyelamatan korban karena kondisi rangkaian kereta yang saling menghimpit dan mengalami kerusakan parah.


Upaya evakuasi dilakukan secara hati-hati demi menghindari risiko yang lebih besar.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan jumlah korban masih dapat berubah seiring proses evakuasi yang terus berjalan.

"Sementara ini korban ada lima. Dan tentunya proses evakuasi akan terus berjalan, jadi belum menjadi keputusan jumlah korban," ujar Syafii kepada awak media, Selasa (28/4/2026).

Kendala Evakuasi

Syafii mengungkapkan, proses evakuasi menghadapi sejumlah kendala.

Petugas harus memisahkan material rangkaian kereta yang saling menghimpit.


"Memang yang kami pisahkan ini merupakan logam-logam dengan kekuatan yang agak ekstra," katanya.

Selain itu, keterbatasan ruang menjadi tantangan utama dalam upaya penyelamatan korban yang masih terjepit. 

Baca juga: Evakuasi 7 Penumpang yang Masih Terjepit, Petugas Potong Gerbong KRL Khusus Wanita

"Yang menjadi permasalahan adalah space untuk kami melakukan tindakan. Jadi kami melakukan tindakan dari luar ternyata juga mengalami kesulitan tersendiri, kemudian dari dalam, itu juga terbatas," ujarnya.

Menurut dia, jumlah personel yang dapat masuk ke dalam gerbong juga dibatasi demi keselamatan.

Basarnas memastikan proses evakuasi dilakukan secara hati-hati tanpa menggeser rangkaian kereta karena masih terdapat korban dalam kondisi hidup.

"Kereta api juga tidak akan melakukan pergeseran gerbong karena masih ada korban. Dan kami pastikan korban bisa diajak komunikasi dalam kondisi hidup," katanya.

Syafii mengungkapkan, dalam mengevakuasi korban, tim menggunakan metode ekstrikasi dengan teknik pemotongan bertahap.

KRL VS ARGO BROMO - Tujuh penumpang masih terjebak di dalam gerbong KRL khusus wanita usai tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam. Petugas masih berupaya memotong gerbong.
KRL VS ARGO BROMO - Tujuh penumpang masih terjebak di dalam gerbong KRL khusus wanita usai tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam. Petugas masih berupaya memotong gerbong. (Tribunnews.com/Reynas Abdila)

"Kami pastikan bahwa akan melaksanakan ekstrikasi dengan pelaksanaan pemotongan, kemudian unfill, kemudian juga diangkat, dan itu yang kami lakukan secara perlahan-lahan sampai bisa memisahkan antara badan korban dengan material yang menghimpit," ujar Syafii.

Ia menegaskan, proses evakuasi dilakukan tanpa henti dengan sistem pergantian personel. Selain itu, Basarnas masih melakukan pencarian menyeluruh di setiap gerbong untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.

"Kami akan benar-benar searching seluruh gerbong sampai yakin bahwa seluruh korban benar-benar sudah tidak ada dalam kereta. Itu prosedurnya," kata dia.

Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi, petugas gabungan tampak berjibaku menyelamatkan korban yang masih terjebak di dalam rangkaian kereta. Upaya evakuasi dilakukan secara hati-hati dengan melibatkan berbagai unsur guna memastikan keselamatan korban.

Di sekitar area stasiun, deretan ambulans terlihat terparkir dan siaga untuk mengangkut korban yang berhasil dievakuasi menuju fasilitas kesehatan terdekat.

Petugas juga terus berkoordinasi untuk mempercepat proses penyelamatan, sembari memastikan tidak ada penumpang yang tertinggal di dalam kereta. Suasana di lokasi kejadian dipenuhi ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, pemadam kebakaran, tenaga medis, hingga relawan PMI. Mereka bersiaga di berbagai titik untuk mendukung proses evakuasi serta memberikan pertolongan kepada korban.

KRL TERTEMPER ARGO BROMO - Proses evakuasi korban KRL tertemper KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, masih berlangsung hingga Selasa (28/4/2026) dini hari. Petugas gabungan mengevakuasi kantong jenazah dari dalam KRL.
KRL TERTEMPER ARGO BROMO - Proses evakuasi korban KRL tertemper KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, masih berlangsung hingga Selasa (28/4/2026) dini hari. Petugas gabungan mengevakuasi kantong jenazah dari dalam KRL. (Tribunnews.com/Reynas Abdila)

Kronologis Kecelakaan

Sebagai informasi, peristiwa ini diduga bermula dari adanya taksi berwarna hijau yang tertabrak KRL di pelintasan kereta.

Setelah rangkaian tersebut berhasil dievakuasi, insiden lanjutan terjadi.

Kecelakaan kedua terjadi saat KRL tujuan Jakarta–Cikarang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya menabrak rangkaian KRL tersebut pada Senin (27/4/2026) malam.

 


KAI Tutup Sementara Stasiun Bekasi Timur

Gedung Creative Center di Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat
Gedung Creative Center di Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat (tirtabhagasasi.co.id)

Kebijakan ini diberlakukan sebagai dampak dari kecelakaan tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam.


“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini fokus utama kami adalah penanganan di lokasi serta memastikan keselamatan dan layanan bagi pelanggan tetap terpenuhi,” ujar Anne, dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4/2026) seperti dikutip Kompas.com. 

Sementara itu, operasional perjalanan menuju lintas Bekasi juga masih mengalami penyesuaian seiring proses penanganan di lapangan.

Menurut Anne, KAI terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna mempercepat proses penanganan serta pemulihan layanan.

"Hal ini dilakukan agar operasional perjalanan kereta api dapat kembali normal secepatnya," ucap Anne.

KAI menambahkan, informasi terkini terkait perkembangan layanan akan disampaikan secara berkala melalui kanal resmi perusahaan.


Sebagai informasi, peristiwa ini diduga bermula dari adanya taksi berwarna hijau yang tertabrak KRL di pelintasan kereta.

Setelah rangkaian tersebut berhasil dievakuasi, insiden lanjutan terjadi.

Kecelakaan kedua terjadi saat KRL tujuan Jakarta–Cikarang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya menabrak rangkaian KRL tersebut pada Senin (27/4/2026) malam.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.