Renungan Harian Katolik Selasa 28 April 2026, "Tetapi Kamu Tidak Percaya"
Eflin Rote April 28, 2026 09:42 AM

Renungan Harian Katolik
Oleh: Bruder Pio Hayon, SVD
Hari Selsa Biasa Pekan Paskah keempat– 28 April 2026
Bacaan I:  Kis. 11:19-26
Injil: Yoh. 10:22-30
Tema: “Tetapi kamu tidak percaya”

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Hari Selasas Pekan Paskah keempat terus membawa kita pada identitas Yesus sebagai Gembala. Namun Injil hari ini juga jujur dan “tajam”: ada yang mendengar dan melihat, tetapi tetap tidak percaya.

Tema “Tetapi kamu tidak percaya” mengajak kita berhenti sejenak: iman bukan hanya informasi tentang Yesus, melainkan penyerahan hati kepada-Nya.

Dengan dua bacaan hari ini, kita diajak melihat sekaligus: bagaimana kabar baik menyebar dan bagaimana kita bisa atau tidak bisa membuka diri untuk percaya.

Saudara-saudari terkasih. 

Barnabas datang untuk meneguhkan mereka, lalu membawa Saulus agar jemaat bertumbuh dalam iman. Ini menunjukkan bahwa iman bertumbuh lewat pewartaan, pendampingan, dan komunitas.

Dalam Injil (Yoh 10:22-30) Yesus berbicara dalam konteks perdebatan: Ia mengajarkan bahwa domba-domba-Nya mengenal suara-Nya. Ia menegaskan bahwa karya-Nya berasal dari Bapa dan tidak akan sia-sia: “tidak ada seorang pun” yang dapat merebut mereka dari tangan Bapa.

Namun justru di sana muncul masalah: sebagian orang tidak percaya. Maka pertanyaannya bukan lagi “apakah ada tanda?” melainkan “apakah hati mau mempercayakan diri?”

Poin refleksi kita adalah “Mengapa hati bisa tetap “tidak percaya”?”: Permenungan kita: dalam diri kita, apa yang menghambat iman: prasangka, luka yang belum sembuh, kebiasaan menutup hati, atau kebutuhan untuk selalu “meyakinkan” diri sebelum percaya? Hari ini, Tuhan memanggil kita menomorsatukan penerimaan, bukan defensif.

“Barnabas meneguhkan iman”: siapa “gembala kecil” bagi kita, dan siapa kita bagi orang lain? Bacaan Kisah Para Rasul menampilkan pentingnya pendampingan. Permenungan kita: Apakah kita bersedia dibina saat iman goyah, bukan berjalan sendiri?

Dan apakah kita berani menjadi peneguh bagi seseorang yang mulai bertumbuh dalam iman?

“Kalau percaya, maka ada dalam tangan Bapa”: Injil menekankan keamanan dan kasih: yang percaya tidak “sekadar mencoba”, tetapi menerima kepastian dari Gembala.

Permenungan kita: di bidang apa kita paling sulit menyerahkan kontrol: keluarga, masa depan, pekerjaan, atau pergumulan batin? Coba sebutkan satu hal, lalu serahkan dalam doa.

Saudara-saudari terkasih,

Pesan untuk kita, pertama, tema hari ini mengingatkan kita bahwa iman bisa ditolak, meski kabar baik sudah diwartakan.

Media, tetapi Injil juga menegaskan janji Gembala: domba-domba-Nya tidak dibiarkan lepas. Keempat, maka hari ini kita diajak membuka hati, menerima peneguhan, dan percaya kepada Tuhan yang memberi hidup dan menjaga kita. Tuhan memberkati kita semua. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.