BANGKAPOS.COM--Kecelakaan antara KRL commuter line dan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat, berdampak besar terhadap operasional perjalanan kereta api nasional.
Sebanyak 25 perjalanan kereta api jarak jauh (KAJJ) resmi dibatalkan oleh PT Kereta Api Indonesia akibat insiden yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam tersebut.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan tersebut sekaligus meminta maaf kepada para pelanggan yang terdampak pembatalan perjalanan.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses penanganan berjalan dengan baik,” ujar Anne dalam keterangan resminya, Selasa (28/4/2026).
Baca juga: Daftar Nama Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL, 3 Tewas 50 Luka-luka
Sebagai langkah keselamatan dan mendukung proses evakuasi serta investigasi, seluruh perjalanan kereta api jarak jauh dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen untuk sementara dihentikan.
KAI menyebut keputusan tersebut diambil demi memastikan keamanan jalur dan operasional perjalanan kereta.
Baca juga: Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Tewaskan 7 Orang, 81 Korban Luka
Berikut sejumlah perjalanan kereta api yang dibatalkan akibat kecelakaan tersebut:
KA Dibatalkan pada 27 April 2026
KA Dibatalkan pada 28 April 2026
KAI memastikan seluruh pelanggan yang terdampak pembatalan perjalanan dapat melakukan pengembalian tiket secara penuh tanpa potongan.
Proses refund dapat dilakukan hingga tujuh hari ke depan melalui kanal resmi KAI.
“KAI memberikan kebijakan pengembalian bea tiket secara penuh bagi pelanggan yang terdampak,” jelas Anne.
Fokus pada Penanganan Korban dan Investigasi
Hingga kini proses evakuasi dan investigasi kecelakaan masih berlangsung di area Bekasi Timur.
KAI bersama aparat terkait terus melakukan penanganan terhadap korban serta pemulihan jalur agar operasional perjalanan kereta dapat kembali normal secepatnya.
(Kompas.com/Kontan.co.id)