TRIBUNNEWS.COM - Laga panas akan tersaji saat Paris Saint-Germain (PSG) menjamu Bayern Munchen pada leg pertama semifinal Liga Champions 2025/2026 di Parc des Princes, Rabu (29/4/2026) pukul 02.00 WIB.
Pertemuan dua raksasa Eropa ini sarat gengsi dan sejarah. PSG mengusung ambisi meraih gelar Liga Champions secara beruntun, sementara Bayern Munchen bertekad kembali ke final untuk pertama kalinya sejak 2020.
Performa PSG musim ini di kompetisi Eropa terbilang impresif.
Tim berjuluk Les Parisiens itu tengah menikmati periode terbaiknya dengan mencatatkan empat kemenangan beruntun atas tim-tim kuat seperti Chelsea dan Liverpool.
Dalam rangkaian tersebut, PSG mencetak total 12 gol, menegaskan ketajaman lini serang mereka.
Pencapaian ini juga membawa PSG menorehkan sejarah dengan lolos ke semifinal Liga Champions dalam tiga musim berturut-turut, sesuatu yang belum pernah diraih klub Prancis sebelumnya.
Di bawah arahan Luis Enrique, PSG tampil lebih matang dan konsisten di panggung Eropa.
Kini, mereka juga memburu rekor sebagai klub Prancis pertama yang mencapai 100 kemenangan di Liga Champions.
Menariknya, kemenangan pertama PSG di kompetisi ini diraih saat menghadapi Bayern Munchen pada fase grup musim 1994/1995.
Di kompetisi domestik, PSG sempat tersandung usai kalah 1-2 dari Lyon, namun segera bangkit dengan kemenangan meyakinkan atas Nantes dan Angers.
Dengan keunggulan enam poin di puncak klasemen Ligue 1 dan empat laga tersisa, PSG hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk mengunci gelar.
Meski demikian, PSG memiliki catatan kurang baik saat menghadapi Bayern Munchen di Liga Champions, dengan selalu kalah dalam lima pertemuan terakhir.
Baca juga: Sorotan Semifinal Liga Champions: Enrique Koar-koar PSG Terbaik, Munchen Pegang Kunci Bikin Kicep
Pelatih PSG, Luis Enrique, menyadari tantangan besar tersebut.
“Jika lawan menyerang dengan sangat baik, Anda harus tahu cara bertahan. Itu akan menjadi kunci. Kami harus memaksimalkan serangan dan memahami dengan jelas bagaimana bertahan melawan tim seperti ini,” ujar Enrique, dikutip dari laman UEFA.
Di sisi lain, Bayern Munchen datang dengan kepercayaan diri tinggi.
Klub berjuluk FC Hollywood itu berpeluang meraih treble winners musim ini setelah tampil dominan di kompetisi domestik. Gelar Bundesliga hampir dalam genggaman, sehingga fokus kini tertuju pada DFB-Pokal dan Liga Champions.
Meski begitu, Bayern masih dibayangi catatan kurang apik di Eropa dalam beberapa tahun terakhir.
Sejak menjuarai Liga Champions 2020, mereka belum mampu kembali ke final, beberapa kali tersingkir di perempat final maupun semifinal.
Bahkan, Bayern tercatat kalah dalam lima semifinal dua leg terakhir sejak musim 2012/2013 (kecuali musim 2019/2020 yang menggunakan format satu leg).
Namun demikian, Bayern tetap memiliki modal kuat. Mereka sempat mengalahkan PSG 2-1 pada pertemuan fase liga November lalu di Parc des Princes, yang menjadi bagian dari lima kemenangan beruntun atas tim asal Prancis tersebut.
Dengan rekor pertemuan yang berpihak pada Bayern serta ambisi besar PSG untuk membalas, laga ini dipastikan berjalan sengit.
Kedua tim sama-sama memburu tiket ke final, menjadikan duel di Paris sebagai salah satu pertandingan paling dinanti musim ini.
Thehardtackle: PSG 2-2 Bayern Munchen
Sportskeeda: PSG 1-2 Bayern Munchen
Sportsmole: PSG 2-2 Bayern Munchen
PSG masih tanpa Quentin Ndjantou yang cedera. Sementara Vitinha masih diragukan tampil.
Bayern Munchen kehilangnan pemain yang cukup banyak karena cedera. Seperti Serge Gnabry, Tom Bischof, Sven Ulreich dan Lennart Karl.
PSG (4-3-3):
Safonov; Hakimi, Marquinhos, Pacho, Mendes; Zaire-Emery, Mayulu, Vitinha; Doue, Dembele, Kvaratskhelia
Bayern Munchen (4-2-3-1):
Neuer; Laimer, Upamecano, Tah, Stanisic; Kimmich, Pavlovic; Olise, Musiala, Diaz; Kane
5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim
5 Laga Terakhir PSG
5 Laga Terakhir Bayern
(Tribunnews.com/Ali)