Drone Bunuh Diri Hizbullah Guncang Israel, Korban Berjatuhan di Garis Depan
Ansari Hasyim April 28, 2026 12:03 PM

 

SERAMBINEWS.COM – Kelompok Hizbullah kembali menunjukkan taringnya. Melalui serangkaian serangan drone berteknologi tinggi, kelompok ini disebut berhasil menciptakan ancaman mematikan bagi pasukan Israel Defense Forces (IDF) di wilayah Lebanon selatan.

Dalam pernyataan resminya, Hizbullah mengumumkan operasi militer yang mereka sebut sebagai “aksi pertahanan” terhadap target-target Israel.

Serangan ini diklaim sebagai respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata serta penghancuran rumah warga di desa-desa Lebanon selatan.

Baca juga: Ditolak Hizbullah, Israel–Lebanon Sepakati Gencatan Senjata 10 Hari

Serangan berlangsung beruntun dalam satu hari. Pada Senin siang, drone FPV (First Person View) Hizbullah dilaporkan menghantam tank Merkava milik Israel di al-Qantara.

Tak lama berselang, buldoser militer D9 juga menjadi sasaran di Bint Jbeil—keduanya diklaim mengalami “serangan langsung”.

Tak berhenti di situ, pada sore hari dua drone serang kembali dikerahkan ke arah konsentrasi pasukan Israel di al-Naqoura.

Hasilnya, Hizbullah mengklaim serangan tersebut tepat sasaran.

Rekaman yang dirilis media militer Hizbullah memperlihatkan momen serangan drone yang menghantam posisi tentara Israel, bahkan menargetkan tim evakuasi medis (medevac) yang datang menolong korban.

Media Israel pun mengakui dampak serius dari serangan ini. Salah satu insiden paling fatal terjadi ketika sebuah drone FPV meledak di dekat pasukan yang tengah memperbaiki tank Brigade Golani.

Serangan itu menewaskan satu tentara dan melukai enam lainnya, empat di antaranya dalam kondisi serius.

Para korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Rambam di Haifa untuk mendapatkan perawatan intensif.

Insiden tersebut menambah panjang daftar korban militer Israel sejak pecahnya konflik pada Serangan 7 Oktober 2023, yang menurut data resmi telah mencapai ratusan korban jiwa.

Tak hanya menyerang kendaraan tempur, Hizbullah juga merilis rekaman lain yang memperlihatkan dua tank Merkava Israel dihantam drone di wilayah Mays al-Jabal.

Manfaatkan Celah, Hizbullah Tingkatkan Tekanan

Di tengah situasi yang memanas, laporan media Israel menyebut Hizbullah kini semakin piawai memanfaatkan keterbatasan operasional Israel di lapangan.

Meskipun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menjanjikan respons keras, kenyataannya operasi militer Israel masih berada dalam batas aturan keterlibatan yang ketat.

Sumber militer yang dikutip harian Israel Hayom menyebut sebagian besar operasi Israel masih terbatas di area tak berpenghuni, tanpa perubahan signifikan dalam strategi.

Kondisi ini membuka celah yang dimanfaatkan Hizbullah untuk melancarkan serangan berulang di sepanjang garis depan yang dikenal sebagai “Yellow Line”.

Di lapangan, pasukan Israel dilaporkan masih mempertahankan sejumlah posisi di Lebanon selatan, namun menghadapi kesulitan dalam mengamankan wilayah dan permukiman di utara.

Situasi ini dimanfaatkan Hizbullah untuk terus menekan, termasuk melalui serangan di al-Taybeh yang menewaskan satu tentara Israel lainnya.

Strategi ‘Terukur’ Israel Dinilai Berlubang

Para analis menilai strategi Israel yang “terkalibrasi”—dipengaruhi faktor politik dan tekanan internasional—justru memberi ruang gerak bagi Hizbullah.

Dengan tetap beroperasi dalam batas tersebut, kelompok ini mampu menjaga intensitas serangan tanpa memicu perang skala penuh.

Pejabat Israel sendiri mengakui bahwa operasi saat ini belum ditujukan untuk melumpuhkan Hizbullah sepenuhnya. Hal ini memperkuat anggapan bahwa kelompok tersebut masih memiliki fleksibilitas taktis di medan tempur.

Sementara itu, warga di wilayah utara Israel terus hidup dalam bayang-bayang ancaman.

Sirene serangan udara dan tembakan roket yang nyaris terjadi setiap hari menciptakan rasa ketidakpastian yang berkepanjangan.

Jika tidak ada perubahan strategi atau terobosan diplomatik dalam waktu dekat, para pengamat memperingatkan konflik ini berpotensi berlarut-larut dengan keseimbangan kekuatan di lapangan yang perlahan condong ke pihak Hizbullah.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.