Pemicu Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Diduga Taksi Masuk Rel Perlintasan, Ini Kata Manajemen
Musahadah April 28, 2026 09:32 AM

 

SURYA.CO.ID -  Pemicu tabrakan kereta api jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) sekira pukul 20.55 Wib, mulai terungkap.

Tabrakan itu diduga berawal dari adanya taksi hijau yang berhenti di rel perlintasan kereta api tepatnya di JPL 85 Bekasi. 

Hal ini terungkap dari sejumlah video yang beredar viral di media sosial termasuk yang disiarkan di akun Instagram TVRI Nasiona.

Karena ada taksi itu lah, KRL KA 5181 tak bisa menghindar dan langsung menabraknya. 

Taksi yang tertemper KRL pun sempat bergerak beberapa meter setelah ditabrak.

Baca juga: BREAKING NEWS KA Argo Bromo Anggrek Tujuan Surabaya Pasar Turi Alami Kecelakaan di Bekasi

Insiden Taksi tertemper KRL tersebut juga menyebabkan gangguan pada sistem persinyalan atau gangguan operasional.

Akibatnya, KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir-Surabaya Pasarturi tetap melaju kencang sehingga menabrak KRL yang tertahan di Stasiun Bekasi Timur.

Gerbong KA Argo Bromo menerobos masuk ke gerbong KRL di bagian belakang dan gerbong wanita.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa insiden ini diduga bermula dari KRL yang menabrak taksi hijau di perlintasan.

Dia menduga insiden di perlintasan tersebut menjadi salah satu faktor yang berujung pada tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL.

“Kejadian ini dimulai dengan adanya temperan taksi hijau di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplacement Bekasi Timur ini agak terganggu,” ucapnya di Stasiun Bekasi Timur.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Berdasarkan laporan yang dihimpun TribunnewsBogor.com, kabarnya ada 29 penumpang KRL yang dievakuasi akibat insiden tersebut.

7 orang tewas dan 7 masih terjebak

Hingga Selasa (28/4/2026) pagi , jumlah korban tewas kecelakaan kereta bertambah jadi tujuh  orang.

Hal tersebut, disampaikan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026) pagi.

"Update jumlah korban yang terjadi pada kecelakaan kereta tadi malam, meninggal dunia itu 7 orang, luka-luka dirawat 81 orang," katanya.

Selain itu, sebanyak 7 penumpang masih terjebak di dalam gerbong KRL khusus wanita hingga dini hari tadi.

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengatakan proses evakuasi terhadap korban kecelakaan kereta masih terus berlangsung di lokasi kejadian.

“Kita lihat ada 6-7 orang masih di gerbong mudah-mudahan segera bisa kita evakuasi,” ujarnya di Stasiun Bekasi Timur tengah malam tadi.

Guna mempercepat proses penyelamatan, Tim Basarnas memotong badan gerbong KRL karena sejumlah korban berada dalam kondisi terjepit.

Menurutnya proses evakuasi sulit dilakukan karena ruang sempit.

Pernyataan pihak Taksi 

Manajemen taksi hijau Green SM Indonesia menyatakan telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi atas insiden kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Manajemen juga menyebut memberikan perhatian penuh terhadap insiden tersebut.

"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," tulis manajemen Green SM melalui akun Instagram @id.greensm, Selasa (28/4/2026) dini hari.

Pihak Green SM menyatakan akan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi.

13 Perjalanan Kereta Batal Hari Ini

BATAL - KA Sancaka siap berangkat dari Stasiun Madiun, Jalan Kompol Sunaryo, Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Senin (27/4/2026). Dua Kereta Api Jarak Jauh dari Daop 7 Madiun batal berangkat imbas kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, wilayah Daop 1 Jakarta.
BATAL - KA Sancaka siap berangkat dari Stasiun Madiun, Jalan Kompol Sunaryo, Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Senin (27/4/2026). Dua Kereta Api Jarak Jauh dari Daop 7 Madiun batal berangkat imbas kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, wilayah Daop 1 Jakarta. (istimewa/KAI Daop 7 Madiun)

PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan 13 perjalanan kereta api jarak jauh pada Selasa (28/4/2026)  hari ini sebagai dampak insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.

Melalui akun resmi @kai121_, KAI menyampaikan duka cita kepada para korban dan keluarga yang terdampak, sekaligus memohon maaf atas gangguan perjalanan yang dialami pelanggan.

KAI menyebut pembatalan dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian operasional dengan mengutamakan keselamatan serta mendukung proses penanganan di lokasi kejadian.

Berikut daftar 13 perjalanan KA yang dibatalkan:

  • KA 117B Gunungjati (Cirebon – Gambir)
  • KA 56F-53F Purwojaya (Cilacap – Gambir)
  • KA 58F-59F Purwojaya (Gambir – Cilacap)
  • KA 143B Madiun Jaya (Madiun – Pasarsenen)
  • KA 17 Argo Sindoro (Semarang Tawang – Gambir)
  • KA 75B Mataram (Solo Balapan – Pasarsenen)
  • KA 163 Gumarang (Surabaya Pasarturi – Pasarsenen)
  • KA 149 Singasari (Blitar – Pasarsenen)
  • KA 94-91 Jayabaya (Malang – Pasarsenen)
  • KA 61B Manahan (Solo Balapan – Gambir)
  • KA 257 Progo (Lempuyangan – Pasarsenen)
  • KA 29F Argo Anjasmoro (Surabaya Pasarturi – Gambir)
  • KA 175 Menoreh (Semarang Tawang – Pasarsenen)

KAI memastikan pelanggan yang terdampak pembatalan berhak memperoleh pengembalian bea tiket sebesar 100 persen, dengan masa pengajuan hingga tujuh hari ke depan. Informasi lanjutan dapat diakses melalui Contact Center 121 atau WhatsApp resmi KAI.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.