Mualem Gandeng UEA, Bentuk Tim Bersama Dorong Investasi dan Rute Penerbangan Aceh
Muliadi Gani April 28, 2026 10:54 AM

 

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, terus memperluas jejaring kerja sama internasional demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam pertemuan strategis bersama Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) Abdulla Salem Al-Dhaheri, kedua pihak sepakat membentuk tim bersama yang akan fokus pada pengembangan sektor investasi, perdagangan, hingga konektivitas penerbangan antara Aceh dan Uni Emirat Arab (UEA).

Tim ini dijadwalkan mulai aktif bekerja pada Mei 2026.

Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman resmi Dubes UEA di kawasan Kuningan Timur pada Senin (27/4/2026).

Dalam suasana audiensi yang hangat dan konstruktif, Mualem menegaskan komitmen Pemerintah Aceh untuk membuka peluang seluas-luasnya bagi investor asing, khususnya dari UEA.

Dalam pertemuan itu, Mualem didampingi staf khusus Dr Suraiya, HM Fauzan Kamil, Teuku Irsyadi, ⁠Iskandarsyah Bakrie Saadudin, dan Vanda Mutia. 

Sedangkan Duta besar UEA didampingi Manejer Emirates Indonesia Majid Alfalasi, Manejer Etihad Indonesia, dan beberapa pejabat tinggi Kedutaan Besar UEA bidang investasi dan perdagangan.

Melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, disampaikan bahwa Aceh memiliki berbagai sektor unggulan yang siap dikembangkan.

Di antaranya adalah sektor minyak dan gas, pertambangan, serta industri pengolahan seperti pabrik minyak goreng.

Baca juga: Gubernur Aceh Tawarkan Investasi Aceh Airlines kepada Investor Timur Tengah

Baca juga: BPSDM Aceh Buka Pelatihan Bahasa untuk Calon Mahasiswa Luar Negeri

Selain itu, Aceh juga menawarkan potensi besar dalam perdagangan ekspor, khususnya produk olahan pertanian.

Komoditas seperti minyak nilam dan kayu gaharu menjadi perhatian khusus karena memiliki nilai tinggi di pasar Timur Tengah, terutama sebagai bahan baku industri parfum.

Tidak hanya itu, produk turunan kelapa seperti minyak kelapa, tepung kelapa, briket arang kelapa, hingga sabut kelapa juga dinilai memiliki prospek cerah di pasar internasional.

Mualem juga memaparkan peluang pengembangan energi terbarukan berbasis biomassa, seperti wood pellet dan karbon aktif dari cangkang kelapa dan cangkang kelapa sawit. 

Produk-produk ini semakin diminati seiring meningkatnya kebutuhan industri global terhadap sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

Dari sisi UEA, respon yang diberikan sangat positif.

Bahkan maskapai besar seperti Emirates dan Etihad Airways menyatakan minatnya untuk membuka rute penerbangan langsung dari Aceh ke UEA.

Rencana ini tidak hanya akan memperkuat konektivitas, tetapi juga mempermudah akses jamaah umrah dari Aceh dan daerah lain melalui jalur transit di Aceh menuju Arab Saudi.

Selain kerja sama ekonomi, UEA juga menunjukkan kepedulian terhadap aspek kemanusiaan.

Dalam pertemuan tersebut, Dubes UEA menyatakan kesiapan negaranya untuk membantu Aceh dalam pemulihan pascabencana, termasuk pembangunan perumahan, infrastruktur jalan, dan pemulihan lahan pertanian.

Lebih lanjut, pihak UEA juga menegaskan kembali komitmen investasi melalui Mubadala Energy yang berencana membangun fasilitas logistik shorebase guna mendukung eksplorasi Blok Andaman di Aceh.

Langkah ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi jangka panjang di wilayah tersebut.

Kerja sama ini menandai babak baru hubungan Aceh dan UEA yang tidak hanya berfokus pada ekonomi, tetapi juga pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.

(Serambinews.com/Rianza Alfandi)

Baca juga: Gubernur Mualem Paparkan Potensi Investasi di Forum ASEAN–Tiongkok

Baca juga: Aceh Bersiap Bangun Smelter, Potensi Tambang dan Investasi Siap Masuk Wilayah Barsela

Baca juga: Remaja 17 Tahun Jaringan Malaysia Ditangkap Selundupkan 53 Kg Sabu dan 9.112 Ekstasi

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.