Oleh: Pater Frans Banusu, SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan hari ini Selasa 28 April 2026.
Tema renungan hari ini “Beriman Semu Mustahil Menjadi Murid Tangguh Tuhan Yesus".
Hari Selasa warna liturgi putih.
Bacaan hari Selasa: Kis. 11:19-26; Mzm. 87:1-3,4-5,6-7; Yoh. 10:22-30 dan BcO Kis 13:14b-43.
Baca juga: Renungan Katolik Hari Ini Selasa 28 April 2026, Tetapi Kamu Tidak Percaya
Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan.
Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem, lalu jemaat itu mengutus Barnabas ke Antiokhia.
Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan,
karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.
Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia.
Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.
Mazmur Tanggapan:
Mzm 87:1 Mazmur bani Korah: suatu nyanyian. Di gunung-gunung yang kudus ada kota yang dibangunkan-Nya:
Mzm 87:2 TUHAN lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion dari pada segala tempat kediaman Yakub.
Mzm 87:3 Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah. Sela
Mzm 87:4 Aku menyebut Rahab dan Babel di antara orang-orang yang mengenal Aku, bahkan Filistea, Tirus dan Etiopia: "Ini dilahirkan di sana."
Mzm 87:5 Tetapi tentang Sion dikatakan: "Seorang demi seorang dilahirkan di dalamnya," dan Dia, Yang Mahatinggi, menegakkannya.
Mzm 87:6 TUHAN menghitung pada waktu mencatat bangsa-bangsa: "Ini dilahirkan di sana." Sela
Mzm 87:7 Dan orang menyanyi-nyanyi sambil menari beramai-ramai: "Segala mata airku ada di dalammu."
Injil Katolik: Injil Yohanes 10:22–30.
Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin.
Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo.
Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.”
Yesus menjawab mereka: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,
tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
Aku dan Bapa adalah satu.”
Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
BERIMAN SEMU MUSTAHIL MENJADI MURID TANGGUH TUHAN YESUS
"Kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku." (Yoh. 10:26).
Dalam keragu-raguan, iman kehilangan dayanya untuk berkarya dalam diri. Iman murni lahir dari kemurnian niat di kedalaman diri untuk percaya. Dalam kebimbangan, pengajaran sebagus apa pun dan mukjizat sehebat apa pun tak menolong untuk beriman utuh. Kebimbangan adalah musuh iman yang mesti dihindari sejauh mungkin. Orang Yahudi berada dalam dilema antara Mesias politis yang dinanti dan keberadaan Yesus kini yang penuh kelemahlembutan. Yesus telah mengatakan dengan terus terang bahwa Ia datang dari Allah, Allah yang mengutus-Nya. Pengajaran Yesus ini dipertegas dengan mukjizat atau hal-hal ajaib yang Ia adakan. Orang mati Ia bangkitkan meskipun sudah dikubur empat hari (Lazarus), seorang pemuda yang sedang diusung ke pemakaman. Dalam Diri Yesus, Allah buat hal yang tak bisa dibuat oleh manusia biasa siapa pun di muka bumi ini. Maka kepada orang-orang Yahudi yang bimbang Yesus menegaskan bahwa mereka tidak termasuk dalam kawanan domba gembalaan-Nya. Beriman murni kepada Allah dalam Diri Yesus Putra Tunggal-Nya, tidak melihat pun, mereka percaya. Itu domba-domba yang Allah siapkan sendiri sebagai pengikut Yesus.
Menjadi pengikut Yesus, beriman utuh itu sangat penting. Iman memainkan peran penting dalam menaruh kepercayaan kepada Yesus sebagai Anak Allah yang menyelamatkan dari kuasa maut yang tak terelakkan itu. Beiman semu mustahil menjadi domba-domba Sang Gembala Agung Tuhan Yesus. Dalam Diri Yesus yang ada di dunia fana ini, ada Bapa Abadi-Nya yang tak memiliki kefanaan. Ia menderita, wafat lalu bangkit menandakan keabdian-Nya yang tak dapat dikuasai oleh maut yang membinasakan pada akhir zaman, dalam kematian abadi orang yang tidak beriman kepada Yesus.
Demi menepis dan mempersempit kuasa maut kekal itu, para murid terus giat dalam karya pewartaan Yesus Sang Mesias yang wafat namun bangkit pada hari ketiga seperti yang Dia katakan. Kuasa Roh Kudus terus menyebar di antara orang- orang yang percaya utuh kepada Yesus. Orang Antiokhia justru mendengar kabar gembira pertama tentang Tuhan Yesus dari orang Siprus dan Kirene. Barnabas diutus dari Yerusalem hanya untuk meneguhkan dan mastikan bahwa Yesus itu Mesias, Ia menderita, wafat dan hidup kembali. Untuk lebih meyakinkan, Barnabas ke Tarsus menjemput Saulus untuk bersaksi tentang Yesus yang hidup kembali dan menampakkan Diri kepadanya di pintu masuk kota Damsyik. Sebagai umat Kristen pertama, kesaksian hidup iman mereka akan Tuhan Yesus sangat luar biasa. Karya Tuhan itu tak terbatas bagi siapa pun yang percaya kepada-Nya dan tetap beriman merindukan keselamatan.
Pemazmur menberi tanggapan dalam madahnya, "Tuhan akan menulis pada waktu mencatat bangsa-bangsa. Mereka ini dilahirkan di sana. Sambil menari-nari orang bernyanyi, segala mata airku ada di dalammu." (Mzm. 87:6-7).
Air keselamatan ada dalam setiap ibsan yang percaya utuh kepada Yesus. Ke mana pun mereka pergi rahmat keselamatan itu pun tertuang dan kehidupan abadi pun mulai bertumbuh dalam diri orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus melalui pewartaan mereka. Beriman akan hidup kekal sudah berproses dalam cara hidup kekal di dunia sekarang ini.
Walau orang Yahudi selalu bertentangan dengan Yesus, Ia terus berkarya atas nama Bapa-Nya. Terbius oleh Mesias Misterius yang datang sebagai politikus yang berkuasa penuh kekuatan sebagai raja untuk memberi mereka kemerdekaan fisik melulu, dan bukan kemerdekaan spiritual. Mereka mengalami dilema ketika Yesus tampil penuh kelemahlembutan dan kerahiman, meski disertai aneka mukjzat dan tanda-tanda ajaib, tak menggugah nurani mereka untuk bertobat dan percaya kepada-Nya. Berkat kesaksian iman utuh para murid akan Yesus yang bangkit, terjadilah ledakan orang percaya di mana-mana. Selain beriman murni, utuh, kualitas lain yang mereka miliki ialah mereka menjadi orang baik dan penuh dengan Roh Kudus.
Setiap yang percaya penuh dipenuhi dengan semangat iman untuk merasul, mwartakan Kristus dengan cara hidup yang baik dan benar. Cara hidup terpuji seperti itu menampakkan Diri Allah sebagai Bapa bagi semua orang. Semakin beriman teguh kepada Yesus, semakin kita militan dalam misi perwartaan nama-Nya kepada semua orang yang berkehendak baik dan tetap tegas mengupayakan cara hidup kekal dalam hidup di masa sekarang.
Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Selasa/Pekan IV Paskah/A/II, 280426/www.imankatolik.or.id/kgg).