TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sebanyak 19 perjalanan kereta api jarak jauh dari dan menuju Jakarta dibatalkan pada Selasa (28/4/2026).
Kebijakan ini diambil menyusul insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta menyebut pembatalan dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian operasional di lintas Daop 1 Jakarta.
Baca juga: Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 28 April 2026 : dari Stasiun Palur hingga Stasiun Tugu Yogyakarta
Dampaknya, sejumlah perjalanan dari dan menuju Stasiun Gambir serta Stasiun Pasar Senen tidak dapat beroperasi.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan perjalanan ini.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat gangguan perjalanan kereta api ini," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa pagi.
Berdasarkan pembaruan pukul 07.31 WIB, berikut sejumlah perjalanan yang dibatalkan:
Dari Stasiun Gambir:
Baca juga: Kecelakaan Kabel Menjuntai di Sragen Berujung Damai, Pasutri Lansia Terima Ganti Rugi Rp 15 Juta
Menuju Stasiun Gambir:
Menuju Stasiun Pasar Senen:
KAI memastikan penumpang yang terdampak pembatalan dapat melakukan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen, di luar biaya pemesanan, sesuai ketentuan yang berlaku.
Kebijakan ini berlaku hingga tujuh hari ke depan.
“KAI juga mengimbau pelanggan untuk memantau informasi terbaru melalui kanal resmi KAI serta mempertimbangkan kembali jadwal perjalanannya,” tambah Franoto.
Sebelumnya, kecelakaan terjadi antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi pada Senin malam sekitar pukul 20.52 WIB.
Insiden terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920.
Akibat kejadian tersebut, tujuh penumpang KRL dilaporkan meninggal dunia dan 81 orang lainnya mengalami luka-luka.
Para korban telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi.
Sementara itu, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.
KAI terus melakukan penanganan serta penyesuaian operasional guna memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api ke depannya.
(*)