Laporan Kontributor Tribunjabar.idPangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Sejumlah nelayan membawa hasil tangkapan laut ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Cikidang, Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026) pagi.
Hasil tangkapan nelayan itu berupa ikan layur, lobster, ikan kakap, udang jambu, dan beberapa jenis ikan kecil lainnya.
Namunakitivitas pelelangan ikan kali ini tidak terlalu ramai, karena hasil tangkapan ikan yang dilelang di TPI sangat sedikit.
Seorang nelayan lobster di Cikidang, Bayu (33), mengatakan saat ini pendapatan hasil melaut memang sedang jelek karena faktor cuaca.
Biasanya saat cuaca bagus dia bisa dapat uang sampai Rp500 ribu sekali melaut.
""Jadi tergantung cuaca sih. Tapi sekarang lagi minim, operasional bisa ke ganti juga sudah alhamdulilah," ujar Bayu kepada Tribun Jabar di TPI Cikidang Pangandaran, Selasa pagi.
Baca juga: Siap Hadapi Bhayangkara FC, Bojan Hodak Sebut Mental Pemain Oke dan Evaluasi Finishing
Senada disampaikan Rian (31) seorang nelayan udang jambu di Pantai Timur Pangandaran. Dalam sekali melaut, Rian biasa mendapatkan udang sebanyak dua palkon.
Tapi sekarang hanya satu palkon. Satu palkon bobotnya sekitar 13 kilogram, dan harganya Rp27 ribu sampai Rp32 ribu per kilogram.
"Jadi, sekarang mah sudah pendapatan turun, harganya juga turun. Sekarang masih di harga Rp 27 ribu per kilogram," katanya.
Sementara seorang bakul ikan di Pantai Timur Pangandaran, Wartono, mengatakan bahwa saat ini hasil tangkapan nelayan sedang sepi.
"Nelayan sepi karena faktor cuaca. Mungkin sudah ada sekitar dua tiga bulan ini cuaca jelek. Memang dalam setahun, itu sekitar lima bulan hasil tangkapan sepi," ucap Wartono.
Dalam sehari, nelayan kadang ada yang dapat ikan sekitar 50 kilogram hingga satu kwintal. Tapi, banyak juga nelayan tidak dapat ikan.
Namun meskipun sepi menerima hasil tangkapan nelayan, ia tetap bertahan untuk melakukan transaksi di TPI Cikidang Pantai Timur Pangandaran. (*)