Kelangkaan Solar di Mamuju Terjawab, Ribuan Liter BBM Subsidi Lari ke Tambang Emas Ilegal Kalumpang
Nurhadi Hasbi April 28, 2026 10:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Teka-teki mengenai kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar di wilayah Mamuju mulai terungkap.

Polresta Mamuju menemukan fakta ribuan liter solar subsidi diselewengkan untuk mendukung operasional alat berat di tambang emas ilegal di Kecamatan Kalumpang.

Aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) ini diketahui telah berlangsung sejak akhir 2025 dan baru berhasil digerebek pihak kepolisian pada pertengahan April 2026.

Baca juga: Penambangan Ilegal di Kalumpang Mamuju Produksi Emas 10 Gram Per Hari, 15 Hektare Hutan Rusak

Baca juga: Tambang Emas Ilegal di Kalumpang Mamuju Terungkap, Diduga Gunakan 20 Ton BBM Subsidi Tiap Hari

Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi, mengungkapkan konsumsi BBM subsidi untuk aktivitas ilegal tersebut sangat besar.

Berdasarkan perhitungan penyidik, dari tiga titik lokasi (TKP) yang ditemukan, satu TKP saja diperkirakan menghabiskan puluhan ton solar selama masa operasional.

"Namun karena jumlahnya besar, satu TKP saja bisa mencapai 20 ton selama 100 hari. Tentunya ini tidak berasal dari satu SPBU. Kami masih membutuhkan keterangan tambahan," ujar Ferdyan kepada wartawan, Senin (27/4/2026).

Diduga Disuplai dari Sejumlah SPBU

Ferdyan menjelaskan, pasokan BBM tersebut diduga dikumpulkan dari sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah hukum Polresta Mamuju.

Hal ini diduga menjadi salah satu penyebab antrean panjang dan kelangkaan solar di SPBU yang dirasakan masyarakat.

"Sejauh ini kami menduga BBM berasal dari SPBU di wilayah Mamuju. Itu yang menyebabkan beberapa kali terjadi kelangkaan karena didistribusikan ke lokasi tambang," ungkapnya.

Polresta Mamuju masih melakukan pendalaman untuk mengungkap oknum di balik distribusi ilegal tersebut.

"Nanti akan kami dalami SPBU mana saja yang terlibat dan siapa yang mendistribusikan. Kami mohon waktu," tambah Ferdyan.

Skema Pendistribusian Diselidiki

Saat ini, kasus tersebut telah ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Polisi terus memeriksa saksi-saksi dan menelusuri rantai distribusi BBM, mulai dari SPBU hingga ke lokasi tambang di pegunungan Kalumpang.

Selain menyita alat berat jenis ekskavator dan mesin pompa, polisi juga mengamankan sejumlah jeriken di lokasi tambang yang digunakan sebagai penampung solar subsidi.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.