Tasya Kamila Akui Bergantung pada Listrik, Pernah Lapor PLN Mobile
Dian Anditya Mutiara April 28, 2026 11:19 AM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Tasya Kamila mengaku sangat bergantung pada listrik dalam menjalani aktivitas sehari-hari sebagai ibu rumah tangga.

Bagi Tasya, listrik menjadi kebutuhan utama untuk menunjang aktivitas di rumah, mulai dari mengurus suami hingga anak-anak.

Ia menyebut, banyak peralatan rumah tangga yang digunakan sehari-hari bergantung pada listrik. Karena itu, ketika terjadi pemadaman, aktivitas di rumah menjadi terganggu.

Hal tersebut semakin terasa karena salah satu anaknya memiliki hobi unik, yakni mengoleksi kipas angin.

“Anak aku itu koleksi kipas angin. Kebayang nggak tagihan listrik di rumah saya kalau kipas nyala semua,” kata Tasya dalam acara “Kartini Smart Energy Class” yang digelar PLN di kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026).

Baca juga: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Putus Listrik Aliran Atas

Barang-barang yang menggunakan listrik rupanya bisa membuat hidup lebih produktif, praktis, dan efisien.

"Barang-barang yang menggunakan listrik pasti lebih efisien ya. Karena kita pengin rumah kita nyaman dan hemat energi," ucap wanita berusia 33 tahun ini.

Jika pun listrik di rumah bermasalah, diakui istri dari Randi Wardhana Bachtiar masyarakat bisa membuat pengaduan langsung di aplikasi PLN Mobile.

"Nah aku tuh waktu itu pernah jam 9 malam pas anak-anak aku sudah pada mau tidur, tiba-tiba kok listriknya mati terus, jepret terus gitu kan. Aku bertanya-tanya apa zaman sekarang PLN itu masih ada mati lampu gitu kan. Ternyata aku langsung saja bu lapor melalui PLN Mobile, langsung ditanggapi," jelasnya.

"Kalau zaman dulu kan kita telepon, 'Halo Bapak ini lampunya mati ya', kalau sekarang lapor di aplikasi bisa dilihat statusnya lagi di mana, apakah ada jadwal pemeliharaan, gitu," sambungnya.

Tasya Kamila bersyukur aduannya langsung direspon oleh pihak PLN yang dengan cepat dan sigap, mendatangi rumahnya untuk memperbaiki listrik yang bermasalah.

"Ternyata yang bermasalah itu mcb di rumah aku. Dan setengah jam kemudian, waktu itu jam 9 malam rumah aku sudah terang benderang lagi berkat PLN Mobile," ujar Tasya Kamila.

Baca juga: Jalur Menuju Jawa Lumpuh! KAI Hentikan Operasional Kereta dari Gambir dan Senen Imbas Tragedi Bekasi

"Jadi aku ngerasain itu dari PLN bener-bener tanggapannya cepat dan langsung sigap lah gitu, bener-bener jagain banget keamanannya," sambungnya.

Senada dengan Tasya Kamila, drg Rahajeng Widyaswari Tjahjo Kumolo selaku Ketua PKK Provinsi DKi Jakarta menyebut kalau listrik sangat bergantung bagi kehidupan masyarakat, khususnya ibu-ibu.

Bahkan menurut Rahajeng, perabotan rumah tangga yang menggunakan listrik justru membuat keuangan keluarga lebih hemat.

"Yang mengatur keuangannya. Begitu juga dengan listrik. Listrik itu hubungannya dengan apa? Yang pasti dengan tagihan listrik. Ya kan? Karena Ibu-ibu ini mengelola keuangan. Di PKK kita punya pelatihan keuangan sehat," terang Rahajeng Widyaswari Tjahjo Kumolo. 

"Jadi kalau misalnya bulan ini tiba-tiba tagihan listriknya melonjak, itu pasti akan mempengaruhi keuangan kita, ya kan? Jadi Ibu-ibu itu berperan sangat penting dan sangat besar untuk penggunaan listrik rumah tangga," tambahnya.

Disisi lain, Rahajeng pun meminta agar masyarakat bisa menjaga keamanan listrik di rumah, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Jadi antara hemat, aman dan nyaman, itu penting semua ya, Ibu-ibu," tegas Rahajeng Widyaswari Tjahjo Kumolo. 

Ketua Srikandi PLN UID Jakarta Raya, Diah Puspita memberikan tips agar listrik di rumah masyarakat bisa aman, pertama memastikan instalasi listrik di rumah kondisinya baik.

Kabel-kabel yang terkelupas menurut Diah Puspita harus segera diganti agar jauh dari bahaya 

"Jadi kalau misalnya di rumah Ibu ada kabel-kabel yang terkelupas, segera aja minta diganti gitu, minta Bapaknya ganti atau manggil tukang instalasi listrik," kata Diah Puspita.

Diah melanjutkan tipsnya, yakni jangan mencolok stop kontak sampai banyak stekernya, karena menurutnya, banyak sekali masyarakat yang menggunakan satu kabel, namun banyak dicolok steker untuk beragam colokan.

"Tadi kan biasanya di samping tempat tidur kita butuh beberapa colokan, misalnya sambil ngecas handphone atau pakai alat lain. Nah, sebaiknya pakai colokan khusus, jangan satu stop kontak ditumpuk banyak steker sekaligus,” ujar Diah Puspita.

Diah meminta kepada masyarakat untuk melepas peralatan-peralatan listrik yang sudah tidak dicolok ke sambungan listrik agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

"Contohnya nih, Ibu-ibu habis ngecas handphone, sudah selesai terus chargernya dilepas, tapi ditinggal begitu saja. Kita kan nggak tahu ya, kalau tiba-tiba adik kecil numpahin air atau apa, itu bisa jadi bahaya banget,” ujar Diah Puspita.

"Jadi itu tips singkat gitu ya untuk membuat listrik tetap aman di rumah kita," tutupnya. (Ari).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.