Kronologi Detik-detik Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur, 7 Orang Meninggal
Gryfid Talumedun April 28, 2026 11:22 AM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kecelakaan kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, saat KA Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL yang tengah berhenti di jalur.

Benturan keras sekitar pukul 20.55 WIB itu menyebabkan gerbong terakhir KRL ringsek dan memicu kepanikan penumpang.

Insiden tersebut menelan korban jiwa serta puluhan penumpang luka yang langsung dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di sekitar Bekasi.

Baca juga: Sopir Kendaraan Bersmesin Disel, Keluhkan Antrian Berhari-hari di SPBU Kota Bitung

Melansir Kompas.com, Insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026) menyisakan duka dan kepanikan.

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 20.55 WIB itu melibatkan rangkaian KRL yang tengah berhenti dan kemudian ditabrak dari belakang oleh kereta jarak jauh.

Berdasarkan kronologi awal, KRL Commuter Line terpaksa berhenti setelah terjadi gangguan di jalur, yakni adanya mobil taksi yang tertabrak di perlintasan sebidang di sekitar Bulak Kapal.

Saat kondisi kereta masih tertahan, KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir–Surabaya Pasar Turi melaju dan menabrak bagian belakang rangkaian KRL.

Benturan keras tak terhindarkan.

Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek menghantam gerbong terakhir KRL hingga menyebabkan kerusakan parah, terutama pada gerbong khusus perempuan yang berada di posisi paling belakang.

Bagian gerbong dilaporkan ringsek hingga menyulitkan proses evakuasi penumpang.

Menhub pastikan proses evakuasi berjalan cepat

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut.

Ia menegaskan bahwa penanganan awal difokuskan pada keselamatan korban.

“Kementerian Perhubungan menyampaikan keprihatinannya atas insiden yang melibatkan dua layanan kereta api di wilayah Stasiun Bekasi Timur pada Senin,” ujar Dudy dalam keterangannya.

Ia memastikan proses evakuasi dilakukan secara cepat dengan melibatkan berbagai pihak di lapangan.

Bahkan, dirinya turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan berjalan optimal.

“Kemenhub memastikan evakuasi dilakukan secara cepat dengan mengutamakan keselamatan korban terdampak,” lanjutnya.

Hingga pagi ini, pendataan korban masih terus berlangsung.

Kementerian Perhubungan juga berkoordinasi dengan berbagai instansi, termasuk tim penyelamat dan operator, guna memastikan seluruh proses berjalan maksimal.

“Pendataan jumlah korban masih terus dilakukan. Kemenhub akan terus berkoordinasi secara intensif dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi berjalan optimal seiring perkembangan di lapangan,” kata Dudy.

Update Jumlah Korban

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyebutkan, jumlah korban tewas akibat kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, bertambah menjadi tujuh orang hingga pukul 07.00 WIB.

Selain itu, puluhan korban lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan.

"Saya meng-update jumlah korban yang terjadi pada kecelakaan kereta pada malam, tadi malam. Meninggal dunia itu 7 orang dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang," kata Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Bobby menjelaskan, proses evakuasi korban dilakukan secara hati-hati oleh tim gabungan, termasuk Basarnas, di lokasi kejadian. Selain itu, rangkaian KA Argo Bromo Anggrek juga telah dievakuasi dari lokasi tabrakan.

"Evakuasi dari kereta Bromo Anggrek itu telah kami lakukan. Jadi semua rangkaian sebanyak 12 gerbong itu telah kami lakukan eh evakuasi ke stasiun Bekasi," ucap Bobby.

Ia menambahkan, layanan Kereta Rel Listrik (KRL) untuk sementara hanya beroperasi hingga Stasiun Bekasi. Kebijakan ini diterapkan karena proses evakuasi di Stasiun Bekasi Timur masih berlangsung.

"Operasional kereta walaupun Commuter Line belum bisa kami operasikan untuk naik dan turun di stasiun Bekasi Timur ini, untuk Commuter Line kami batasi sampai di Stasiun Bekasi," jelasnya.

Bobby juga memastikan tidak ada petugas kereta api yang menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.

Sebagai informasi, peristiwa ini diduga bermula dari adanya taksi berwarna hijau yang tertabrak KRL di pelintasan kereta. Setelah rangkaian tersebut berhasil dievakuasi, insiden lanjutan terjadi.

Kecelakaan kedua terjadi saat KRL tujuan Jakarta–Cikarang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya menabrak rangkaian KRL tersebut pada Senin (27/4/2026) malam.

-

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.