TRIBUNNEWS.COM - Situasi rumit dihadapi Manchester City jelang berakhirnya kompetisi Liga Inggris musim 2025/2026.
Di tengah perjuangan Manchester City untuk mewujudkan misi meraih treble domestik.
Tim besutan Pep Guardiola justru dipusingkan dengan rumitnya jadwal yang dilakoni Manchester City akhir musim ini.
Di kompetisi Liga Inggris, Manchester City diketahui masih menyisakan lima laga sisa, termasuk satu laga tunda melawan Crystal Palace.
Sementara di Piala FA, Manchester City yang akan berhadapan dengan Chelsea di final, telah dijadwalkan akan bermain pada tanggal 16 Mei 2026 mendatang.
Adapun hal yang membuat situasi menjadi rumit ialah soal tanggal pelaksanaan laga tunda melawan Crystal Palace.
Baca juga: Hitungan Juara Liga Inggris Jika Arsenal dan Manchester City Punya Poin Sama
Pihak Liga Inggris masih belum mengonfirmasi tanggal pelaksanaan laga tunda tersebut, sampai sekarang.
Alasannya, karena Crystal Palace sendiri masih berkompetisi di UEFA Conference League alias Liga Konferensi Eropa.
Fakta bahwa Manchester City masih bertahan di Piala FA, dan Crystal Palace berjuang meraih gelar di Liga Konferensi Eropa, seakan membuat agenda kedua tim sulit disatukan di momen yang sama.
Kabar terbaru yang dilansir Mirror, ada desas-desus bahwa laga tunda antara Manchester City vs Crystal Palace yang seharusnya digelar pada pekan ke-31, telah dijadwalkan akan digelar pada tanggal 13 Mei.
Hanya saja, hal itu diyakini bakal ditolak khususnya oleh Manchester City.
Hal ini mengingat Manchester City hanya punya waktu sehari lebih sedikit untuk mempersiapkan laga final melawan Chelsea di Piala FA.
Dengan mepetnya waktu recovery tersebut, The Citizens tentu tidak ingin pemainnya tampil dalam kondisi kepayahan dalam perebutan gelar juara Piala FA musim ini.
Disisi lain, laga final Liga Konferensi Eropa sendiri akan digelar pada tanggal 28 Mei 2026.
Seandainya Crystal Palace lolos ke final, tim besutan Oliver Glasner otomatis sudah punya agenda di tanggal tersebut.
Harapan Manchester City untuk mengagendakan pertandingan tunda melawan Crystal Palace pun makin rumit.
Karena UEFA biasanya tidak ingin adanya bentrokan antara jadwal liga domestik dengan kompetisi Eropa, kecuali selang lebih dari satu hari.
Kebetulan, laga final Liga Eropa dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 21 Mei 2026 jam 02.00 WIB.
Alhasil, harapan operator untuk mengagendakan laga tunda antara City kontra Palace pada tanggal sebelum atau setelahnya, rawan ditolak UEFA, karena sudah ada agenda final Liga Eropa.
Menurut kabar lain Daily Mail, Manchester City sampai ingin bernegosiasi dengan pihak operator Liga Inggris, terkait jadwal mereka di akhir musim ini.
Pihak The Citizens mencoba bernegosiasi agar Liga Inggris merubah jadwal laga Crystal Palace dan Bournemouth pada momen sebelum dan sesudah digelarnya laga final Piala FA.
Alasannya, Manchester City bisa memainkan tiga laga dalam waktu delapan hari, bukan tujuh hari.
Fakta bahwa kompetisi Liga Inggris harus selesai pada tanggal 24 Mei, jelas akan menjadi tantangan tersendiri bagi operator untuk mengatur jadwal Manchester City di akhir musim ini.
Meskipun performa Manchester City pada era kepelatihan Pep Guardiola begitu ganas setiap kali kompetisi memasuki akhir musim.
Situasi luar biasa yang terjadi pada akhir musim ini, bisa saja membuat fokus Manchester City berantakan.
Di Liga Inggris, Manchester City (70 poin) memang masih tertinggal tiga poin lagi dari Arsenal (73 poin) selaku pemuncak klasemen.
Hanya saja, Manchester City masih punya satu tabungan laga tunda yang belum dimainkan.
Andai bisa memaksimalkan laga tunda itu meraih kemenangan, maka jumlah poin Manchester City dengan Arsenal bakal kembali sama.
Bahkan, Manchester City lebih berhak menempati posisi teratas ketimbang Arsenal, karena unggul jumlah gol.
Namun, situasi rumit yang dihadapi Manchester City menyoal jadwal pada akhir musim ini, bisa saja mengacaukan misi mereka.
Apalagi, Arsenal punya jadwal yang sudah tidak bisa diganggu gugat di Liga Inggris.
Hal itu jelas menguntungkan Arsenal yang diketahui juga punya lawan yang lebih mudah di atas kertas.
Andai fokus Manchester City benar-benar pecah di akhir musim ini, harapan mereka untuk memenangkan treble domestik terancam ambyar.
Saat ini, Manchester City diketahui sudah mengamankan satu gelar domestik yakni Piala Carabao, yang telah mereka menangkan setelah mengalahkan Arsenal di final pada tanggal 22 Maret 2026 lalu.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)