Saat Talkshow, Direktur UJA Ulas Kemandrian Pesantren DJA, Sedekah Rp 1.000 dan Bangun Rumah Duafa
Nur Nihayati April 28, 2026 11:24 AM

 

SERAMBINEWS.COM – Direktur Utama Usaha Jeumala Amal (UJA) merupakan utusan dari Dayah Jeumala Amal Luengputu, Pidie menjadi salah satu pemateri talk show Kemandirian Ekonomi Pesantren digelar bersama Bank Indonesia (BI) di gedung Dayan Dawood Banda Aceh, Senin (27/4/2026).

Dari Jeumala Amal diwakili oleh Muzakkri AMd merupakan Direktur Utama Usaha Jeumala Amal.

Suasana ruang talkshow berlangsung hangat dan interaktif ketika Direktur Utama Usaha Jeumala Amal (UJA), Muzakkir, A.Md., memaparkan sederet program pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren yang telah berjalan nyata, termasuk sistem keuangan syariah dengan pinjaman tanpa bunga. 

Acara bertajuk “Kemandirian Ekonomi Pesantren” yang berlangsung pada 27 April itu sukses memukau para peserta dan narasumber lainnya.

Talkshow dibuka langsung oleh Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh, Bapak Helta Basetiawan. 

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa BI saat ini membina puluhan pesantren mitra dan rekanan. 

“Ada dua program unggulan kami, yaitu Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dan pertanian pesantren,” ujarnya.

Kegiatan yang digelar di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, itu dipimpin oleh Muhammad Zulhilmi, S.Ag., M.A., selaku Direktur Industri dan Ekosistem Halal KDEKS Aceh. 

Selain Muzakkir, pemateri lain yang hadir adalah Dr. Hj. Umi Waheeda, M.S.I., serta Bapak Muksin, S.Pd.I., M.Pd. Para narasumber mengupas tuntas tiga tema utama: kemandirian dayah, pertumbuhan dayah, serta upaya pemberdayaan ekonomi santri dan guru.

Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah turut mendorong kemandirian pesantren dengan berbagai pelatihan vokasi, seperti menjahit dan tata busana, instalasi listrik, serta perbengkelan. 

Hal ini disambut antusias oleh para pengasuh dan pengelola pesantren binaan.

Sorotan utama tertuju pada paparan Muzakkir yang dengan ringkas menjelaskan profil UJA dan jenis usaha Jeumala Amal. 

Ia mengungkapkan harapan besar agar terjalin kerja sama dengan BI, khususnya dalam pengembangan usaha AMDK dan wakaf produktif berupa penggemukan 50 ekor sapi. 

"Kami juga memiliki BMT yang menawarkan pinjaman tanpa bunga, terbebas dari riba," tegasnya.

Muzakkir memaparkan bahwa dari gerakan sedekah seribu rupiah, UJA telah berhasil membangun 6 rumah dhuafa, membeli satu unit ambulans, menyediakan sapi kurban, menyalurkan beasiswa bagi santri miskin, serta santunan anak yatim. 

Ke depan, lembaga yang dipimpinnya itu merencanakan layanan gadai emas, pinjaman perumahan tanpa bunga khusus bagi guru dayah, dan pinjaman mikro tanpa bunga untuk masyarakat sekitar.

“Kemandirian pesantren bukan sekadar wacana. Dengan kolaborasi bersama BI dan seluruh pemangku kepentingan, ekosistem ekonomi syariah dari dayah untuk rakyat akan semakin kokoh,” pungkas Muzakkir disambut tepuk tangan meriah dari para peserta.

Talkshow ditutup dengan komitmen tindak lanjut kerja sama antara BI Aceh dan UJA dalam percepatan program wakaf produktif serta penguatan BMT di lingkungan pesantren.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.