Kesaksian Penumpang Kecelakaan KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur: Gerbong Masinis Sampai Nembus
Fadhila Rahma April 28, 2026 11:27 AM

 

SRIPOKU.COM - Insiden kecelakaan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026) malam. 

Peristiwa ini melibatkan Commuter Line dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek.

Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 20.53 WIB dan langsung memicu kepanikan di dalam rangkaian kereta.

Detik-detik mencekam terungkap kala gerbong masinis sampai menembus saat kecelekaan terjadi.

Berawal dari Insiden Taksi, Berujung Tabrakan Beruntun

Salah satu penumpang Commuter Line, Munir, mengungkapkan kronologi kejadian. Saat itu, kereta yang ia tumpangi dari arah Jakarta menuju Cikarang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur.

Penghentian tersebut terjadi karena sebelumnya ada Commuter Line dari arah berlawanan yang menabrak sebuah mobil taksi di perlintasan.

Namun, di tengah kondisi berhenti itulah, datang kereta Argo Bromo Anggrek dari arah belakang dan langsung menghantam rangkaian Commuter Line.

KECELAKAAN KERETA API - Kecelakaan kereta api terjadi antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL tujuan Cikarang di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.
KECELAKAAN KERETA API - Kecelakaan kereta api terjadi antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL tujuan Cikarang di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. (TribunMedan.com)

Baca juga: Daftar Identitas 53 Korban Kecelakaan Kereta Api, 3 Tewas & 50 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit Bekasi

"Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai nembus gerbong," kata Munir di lokasi, Senin (27/4/2026).

Benturan keras menyebabkan kerusakan parah, terutama pada gerbong perempuan Commuter Line yang disebut hancur.

Sejumlah penumpang dilaporkan terjebak di dalam gerbong karena akses keluar tertutup bangku dan bagian kereta yang rusak.

"Banyak itu ada korban di dalam terjebak, kalau saya pas kejadian langsung ke luar gerbong," jelasnya.

Evakuasi Besar-besaran di Lokasi

Hingga sekira pukul 22.09 WIB, proses evakuasi masih terus berlangsung. Tim gabungan dari TNI, Polri, dan pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengevakuasi korban.

Petugas terlihat berupaya membuka akses di dalam gerbong KRL guna menyelamatkan penumpang yang masih terjebak.

Situasi di lokasi masih dipenuhi upaya penyelamatan, dengan fokus utama mengevakuasi korban dari dalam rangkaian kereta yang rusak parah.

Insiden ini menjadi salah satu kecelakaan serius yang melibatkan kereta komuter dan jarak jauh, dengan dampak besar terhadap keselamatan penumpang serta operasional transportasi di jalur tersebut. 

7 Orang Tewas dan 82 Dilarikan ke RS

Tujuh orang tewas dan 82 dilarikan ke RS dalam kecelakaan KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur.

Sebanyak 71 orang dilarikan ke RS dan tujuh korban tewas dalam kecelakaan KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).

Mengutip Kompas.com, Selasa (28/4/2026), jumlah korban meninggal dunia dalam insiden tersebut bertambah menjadi tujuh orang, sementara 82 penumpang lainnya mengalami luka-luka.

 
KAI menyampaikan bahwa seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Proses evakuasi dilakukan secara terpadu bersama Basarnas, TNI, Polri, serta tim medis di lapangan.

Sementara itu, penanganan difokuskan pada penumpang KRL yang terdampak dalam insiden tersebut.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan proses evakuasi masih terus berlangsung.

“Kami terus memastikan seluruh korban mendapatkan pertolongan secepat mungkin,” katanya dilansir Tribun-medan.com dari Kompas.com, Selasa (28/4/2026).

 
Untuk mendukung keluarga korban, KAI menyiapkan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur. Posko ini dibuka untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait penumpang yang terdampak.

KAI juga memastikan proses pendampingan kepada korban dan keluarga terus dilakukan bersama pihak terkait.

Di sisi lain, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa proses evakuasi dilakukan dengan mengutamakan keselamatan korban, sementara penyelidikan penyebab kejadian akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Kami fokus pada upaya evakuasi dan penanganan korban. Untuk penyebab kejadian, kami menyerahkannya kepada KNKT,” ujarnya.

Adapun lokasi korban terjepit hanya terjadi di gerbong khusus wanita.

Kecelakaan ini melibatkan kereta PLB 5568A (Commuter Line relasi Cikarang) dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi di KM 28+920 wilayah Stasiun Bekasi Timur.

Peristiwa bermula dari commuter line yang tertemper taksi listrik lalu ditabrak oleh rangkaian kereta jarak jauh di gerbong paling akhir.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.