SRIPOKU.COM-Walikota Palembang, Ratu Dewa, turun langsung meninjau sejumlah titik penyebab banjir di Jalan Kolonel H Burlian Palembang, tepatnya di area dekat Darma Agung.
Langkah ini diambil menyusul curah hujan tinggi yang sempat membuat beberapa sudut Kota Palembang tergenang.
Dalam peninjauan tersebut, Ratu Dewa didampingi langsung oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) beserta tim teknis.
Berdasarkan pengamatan di lokasi, ditemukan berbagai masalah kompleks yang menjadi penghambat laju air.
"Cukup banyak temuan di lapangan, mulai dari gorong-gorong yang mampet akibat tumpukan sampah, drainase yang menyempit karena terhimpit beberapa bangunan, hingga adanya bangunan warga yang menutup total saluran aliran air sehingga air meluap ke jalan," ujar Ratu Dewa melalui akun Instagram pribadinya, @ratudewa.
Meski ditemukan kendala berupa bangunan yang menghalangi saluran, Ratu Dewa mengapresiasi sikap kooperatif warga setempat.
Beberapa pemilik lahan menyatakan kesediaannya untuk membongkar pagar rumah mereka demi memperluas saluran air.
Selain itu, terdapat warga yang merelakan tanahnya untuk dibuatkan box control (bak kontrol) guna memudahkan pemeliharaan drainase di masa mendatang.
"Alhamdulillah tadi beberapa warga pemilik lahan berkenan untuk pagar rumahnya kita bongkar untuk memperbesar saluran air. Ada juga tanah warga yang berkenan untuk kita buat Box Control," tambahnya.
Tak hanya fokus pada drainase jalan, Pemkot Palembang juga berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatra VIII untuk melakukan normalisasi dan pembersihan kolam retensi di kawasan Jalan Srijaya Rawabening agar daya tampung air meningkat.
Penanganan banjir merupakan salah satu pilar utama dalam janji kampanye pasangan Ratu Dewa dan Prima Salam (RDPS) pada Pilkada 2024 lalu.
Warga sebelumnya sempat menagih komitmen pasangan ini terkait program "Palembang Bebas Banjir".
Dalam visi misinya, RDPS menjanjikan restorasi 114 anak sungai di Palembang serta perbaikan menyeluruh sistem drainase kota.
Aksi turun ke lapangan ini menjadi sinyal kuat bahwa janji tersebut mulai dieksekusi secara bertahap melalui langkah-langkah taktis di titik-titik krusial.
Guna memastikan solusi ini tidak bersifat sementara, pemerintah kota telah membentuk Tim Percepatan Penanganan Banjir.
Tim ini bertugas mengidentifikasi masalah secara cepat dan melakukan tindakan teknis di lapangan tanpa harus menunggu birokrasi yang panjang.
"Sudah juga kita bentuk Tim Percepatan untuk menangani permasalahan banjir ini, semoga bisa mengurangi sedikit demi sedikit permasalahan banjir di Kota Palembang," tutup Ratu Dewa.