Profil Jembatan Cijeruk Penghubung Bojongsoang-Baleendah Ditutup Baru 4 Bulan Diresmikan
Hilda Rubiah April 28, 2026 11:32 AM

TRIBUNJABAR.ID - Belakangan ini penutupan Jembatan Cijeruk yang baru empat bulan diresmikan kembali ditutup, jadi sorotan publik.

Sebagai informasi, Kembatan Cijeruk sempat mengalami ambruk pada 23 Mei 2025 lalu karena dihantam arus sungai meluap.

Setelah itu Jembatan Cijeruk itu dibangun kembali dan diresmikan pada awal Januari 2026 sebagai akses alternatif warga.

Kini setelah 4 bulan baru diresmikan ditutup kembali oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung.

Adapun Jembatan Cijeruk ditutup tersebut karena ada perbaikan geometri akses masuk agar lebih aman dan nyaman bagi para pengendara.

Baca juga: Terobosan Dedi Mulyadi: Kini Tak Perlu NIB dan NPWP untuk Bayar Pajak Angkutan Umum di Jabar

Penutupan jembatan tersebut terhitung dari tanggal 22 April 2026 dan diprediksi ditutup sampai bulan Mei 2026.

Hal ini karena disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqwa.

Ia mengatakan kemungkinan perbaikan Jembatan Cijeruk tersebut terjadi dalam waktu 1 bulan.

"Iya, saat ini ditutup dulu. Sampai kapannya, kami akan update lagi. Karena untuk ngecor itu kan perlu waktu 1 bulan, kalau misalnya kurang nanti membahayakan," ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4/2026).

Profil Jembatan Cijeruk

Jembatan Cijeruk ini merupakan jembatan penghubung dua kecamatan, yakni Bojongsoang dan Baleendah di Kabupaten Bandung.

Jembatan Cijeruk ini juga dikenal dengan nama Jembatan Leuwi Dalem.

Sebelumnya, Jembatan Cijeruk dibangun Bupati Bandung untuk menggantikan jembatan lama yang sebelumnya dibangun secara swadaya atau "liar".
 
Kini, Jembatan Cijeruk tersebut dibangun secara permanen setelah diinisiasi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Jembatan Cijeruk yang kembali berdiri kokoh menghubungkan Kecamatan Bojongsoang dan Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.
Jembatan Cijeruk yang kembali berdiri kokoh menghubungkan Kecamatan Bojongsoang dan Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. (Tribun Jabar/Adi Ramadhan Pratama)

Kepala Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang, Asep Sunandar mengungkap fakta bahwa pengajuan pembangunan Jembatan Cijeruk tersebut sejak 2020. 

Saat itu, inisiasi pembangunan Jembatan Cijeruk diajukan bersama Pemerintah Kabupaten Bandung kemudian kemudian diajukan ke kementerian terkait namun tak kunjung terealisasi.
 
Pada 23 Mei 2025 lalu, Jembatan Cijeruk mengalami musibah ambruk karena peristiwa banjir bandang, dihantam arus Sungai Citarum yang meluap.
 
Asep Sunandar mengungkapkan, Jembatan Cijeruk yang ambruk itu memang kerap dijadikan alternatif.

Baca juga: Dedi Mulyadi Wanti-wanti Warga Berbuat Aneh-aneh di Jembatan Cirahong, Ada yang Mengintai 24 Jam

Kades mengatakan bahwa jembatan tersebut sering digunakan sebagai alternatif oleh warga, terutama ketika hujan melanda dan jalur utama di Baleendah terendam banjir.

"Ketika hujan dan jalur Baleendah dilanda banjir, rata-rata pengendara sepeda motor dari arah Kecamatan Baleendah menuju Kecamatan Bojongsoang memilih melalui jembatan apung," kata Asep saat ditemui di lokasi.

Asep menjelaskan bahwa terdapat dua jembatan apung di kawasan tersebut, namun kondisi keduanya berbeda.

"Iya, alternatif ke sini. Nah, ada dua di sana Jembatan Cijeruk, yang rusak itu jembatan Leuwi Dalem. Kalau hujan pasti ke sini," ujarnya.
 
Peristiwa Jembatan Cijeruk karena banjir bandang saat itu pun sempat direspons Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.



Saat itulah Dedi Mulyadi berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Bandung untuk membangun kembali jembatan tersebut secara permanen. 

"Upaya membangun jembatan permanen tersebut dalam waktu dekat akan kita turunkan tim bersama pemerintah Kabupaten Bandung untuk melihat dimungkinkannya dibangun jembatan permanen agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi," ujar Dedi Mulyadi seperti dikutip dari Instagram Dedi Mulyadi, Jumat (23/5/2025). 

JEMBATAN CIJERUK AMBRUK - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menanggapi terkait peristiwa ambruknya jembatan Cijeruk, Kabupaten Bandung pada Jumat (23/5/2025) malam, gercep berikan solusi.
JEMBATAN CIJERUK AMBRUK - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menanggapi terkait peristiwa ambruknya jembatan Cijeruk, Kabupaten Bandung pada Jumat (23/5/2025) malam, gercep berikan solusi. (Instagram Dedi Mulyadi dan Kompas.com/M Elgana Mubarokah)

Dedi mengatakan bahwa Jembatan Cijeruk itu sebelumnya dibangun secara swadaya oleh beberapa pihak termasuk swasta.

Namun, konstruksi jembatan tersebut tidak memadai sehingga tak kuat menahan banyaknya kendaraan yang lalu lalang. 

"Konstruksinya tidak memadai untuk dilalui sejumlah kendaraan yang sangat banyak sehingga terjadi roboh. Dan masyarakat menggunakan jembatan tersebut sebagai alternatif dari jalan inspeksi karena jembatan yang lain dianggap jauh melingkar," paparnya. 

Baca juga: Dedi Mulyadi Kaget Ada 42 Jembatan Jabar Terancam Roboh, 5 Tahun hanya Ada 1 Pembangunan Jembatan

Jembatan Cijeruk Ditutup Karena Perbaikan 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqwa mengatakan, penutupan Jembatan Cijeruk itu dilakukan selama proses pengerjaan berlangsung termasuk saat pengecoran. 

Zeis mengungkapakan, perbaikan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan geometri jalan agar kendaraan dapat melintas lebih lancar, serupa dengan penataan di kawasan Rancamanyar.

"Sehingga bisa mengekomodir seluruh kendaraan. Sekarang sudah bagus menjadi alternatif, tapi dilakukan perbaikan lagi untuk bagaimana memberikan lebih nyaman kepada masyarakat," katanya.

Lebih lanjut, Zeis menjelaskan pembangunan jembatan permanen tersebut merupakan inisiasi Bupati Bandung untuk menggantikan jembatan lama yang sebelumnya dibangun secara swadaya atau "liar".

"Perlu dipahami, awalnya itu jembatan liar, namun memang sangat dibutuhkan masyarakat. Tapi karena faktor keselamatan yang minim, Pak Bupati menginisiasi pembangunan jembatan permanen" ucapnya. 

Selama pengejaran perbaikan pada Jembatan Cijeruk itu, Zeis mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menggunakan jalur alternatif lain selama proses perbaikan berlangsung. 

(Tribunjabar.id/Hilda Rubiah/Adi Ramadhan Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.