KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi, Diduga Dipicu Taksi Mogok di Perlintasan
Tim TribunTrends April 28, 2026 11:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM -- Insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.55 WIB mulai terungkap. Dugaan sementara, kecelakaan tersebut dipicu oleh sebuah taksi yang mogok di perlintasan rel kereta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat sebuah taksi berhenti di jalur perlintasan JPL 85 Bekasi. Kondisi tersebut kemudian menyebabkan KRL dengan nomor KA 5181 menabrak kendaraan tersebut. Taksi yang tertemper bahkan sempat terdorong beberapa meter dari titik awal kejadian.

Insiden tersebut berdampak pada operasional kereta lainnya. Sejumlah KRL tertahan di Stasiun Bekasi Timur akibat gangguan yang terjadi, termasuk gangguan pada sistem persinyalan.

Di saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek dengan rute Gambir–Surabaya Pasarturi tetap melaju dan akhirnya menabrak rangkaian KRL yang sedang berhenti di stasiun tersebut. Tabrakan tersebut menyebabkan gerbong kereta jarak jauh menghantam bagian belakang KRL, termasuk gerbong khusus wanita.

Dari laporan awal, sekitar 29 penumpang KRL berhasil dievakuasi setelah kejadian. Warga yang berada di sekitar lokasi turut merekam detik-detik kecelakaan dan membantu proses evakuasi.

"Aduh hancur kepala sama kepala," teriak warga di lokasi kejadian.

Warga lain juga tampak panik dan berusaha memanggil petugas untuk segera memberikan pertolongan.

"Kereta nih tabrakan nih. KRL ditabrak. Petugasnya mana petugas?" ujar seorang warga.

TABRAKAN KERETA BEKASI - Suasana evakuasi penumpang usai tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026), yang diduga dipicu taksi mogok di perlintasan rel.
TABRAKAN KERETA BEKASI - Suasana evakuasi penumpang usai tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026), yang diduga dipicu taksi mogok di perlintasan rel. (HO/Polda Metro Jaya)

Dalam sejumlah video yang beredar, terlihat beberapa penumpang mengalami kondisi cukup parah, bahkan ada yang terjepit di antara rangkaian kereta. Para korban yang berhasil dievakuasi kemudian dibaringkan di area stasiun untuk mendapatkan penanganan awal.

Informasi sementara menyebutkan terdapat empat kru yang meninggal dunia dalam insiden tersebut, yang diduga berasal dari pihak KRL. Selain itu, terdapat petugas customer service on train (CSOT) serta beberapa penumpang yang mengalami luka akibat terjepit.

Baca juga: Korban Tewas Kecelakaan KRL-Argo Bromo Bertambah, Dedi Mulyadi Langsung Gratiskan Semua Biaya RS!

Menanggapi kejadian ini, pihak PT Kereta Api Indonesia melalui Vice President Corporate Communication, Anne Purba, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang terdampak.

"Kami memahami situasi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pelanggan dan keluarga yang menunggu kabar. Saat ini, seluruh upaya difokuskan pada proses evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian dengan prioritas utama keselamatan."

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin."

Pihak KAI juga menyatakan akan terus memberikan informasi terbaru seiring perkembangan penanganan di lapangan serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius mengingat dampaknya yang luas, baik terhadap keselamatan penumpang maupun operasional transportasi kereta api di wilayah tersebut. (Tribun Trends/Tribunnews Bogor/khairunnisa)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.