MANGGAR, BABEL NEWS - Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Belitung Timur mengumpulkan dan menimbang koper bagasi milik calon jemaah haji Beltim, Senin (27/4/2026).
Kegiatan ini dipusatkan di ruang pertemuan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung Timur.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kemenhaj Beltim, Misnawati, mengatakan, pengumpulan dan penimbangan koper merupakan bagian penting dari persiapan sebelum keberangkatan jemaah calon haji menuju embarkasi.
Fokus utamanya adalah penyaringan barang bawaan dan pemastian berat koper.
"Jemaah haji hari ini agenda utamanya adalah pengumpulan dan penimbangan koper besar untuk bagasi. Kami harus memastikan tidak ada koper yang melebihi 15 kilogram," ujar Misnawati.
Selain itu, pihaknya juga memeriksa koper milik masing-masing calon haji.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya barang-barang yang dilarang, seperti cairan berlebih, benda tajam, hingga barang terlarang lainnya.
Dari hasil pemeriksaan, Misnawati menyatakan seluruh anggota jemaah calon haji Belitung Timur telah mematuhi aturan yang telah disosialisasikan sebelumnya.
Tidak ada anggota jemaah yang melanggar aturan barang bawaan.
“Semua isi koper sudah sesuai dengan instruksi yang diberikan saat bimbingan manasik," ucap Misnawati.
Rencananya, setelah seluruh koper calon haji terkumpul di Kantor Kemenhaj Belitung Timur selanjutnya akan dialihkan ke Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, pada Selasa (28/4/2026).
Dari Tanjungpandan, koper-koper tersebut akan diterbangkan ke Pangkalpinang untuk selanjutnya kembali diproses sebelum akhirnya dikirimkan menuju embarkasi Palembang, Sumatera Selatan.
"Kopernya besok diantar ke bandara, langsung ke asrama (Asrama Haji Provinsi Kepulauan Bangka Belitung) Pangkalpinang. Jemaah nantinya baru akan bertemu kembali dengan koper besar mereka di Makkah, bukan di Bangka," tutur Misnawati.
Di hari keberangkatan nanti, lanjut dia, jemaah calon haji hanya diperbolehkan membawa tas jinjing (kabin) serta tas paspor.
Kementerian Haji dan Umrah melarang jemaah membawa tas tambahan di luar ketentuan resmi yang telah dikeluarkan oleh pihak penyelenggara haji.
Misnawati juga memberikan imbauan khusus terkait isi tas paspor. Jemaah diminta untuk selalu menyimpan dokumen penting seperti kartu tanda penduduk (KTP), kartu kesehatan, dan dokumen identitas lainnya di dalam tas kecil tersebut.
"Khusus untuk paspor, nantinya akan dibagikan dan dikelola saat jemaah sudah berada di asrama haji. Jadi jemaah cukup memastikan dokumen pendukung lainnya aman di dalam tas paspor mereka," ujar Misnawati.
"Kami mohon doa dari masyarakat agar seluruh jemaah kita sehat dan proses keberangkatan esok hari berjalan lancar tanpa kendala," tuturnya. (z1)