Pemkot Pangkalpinang Genjot Normalisasi Sungai di Titik Rawan Banjir
suhendri April 28, 2026 11:40 AM

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Kota Pangkalpinang terus berupaya mengantisipasi ancaman banjir yang kerap menghantui sejumlah wilayah Pangkalpinang, terutama saat intensitas hujan meningkat. 

Salah satunya, dengan menggenjot normalisasi sungai melalui pengerukan di titik-titik rawan banjir.

Upaya ini difokuskan untuk memperlancar aliran air sekaligus mengurangi sedimentasi yang selama ini menjadi pemicu utama meluapnya sungai ke permukiman warga.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pangkalpinang, Agus Salim, mengatakan, pihaknya telah menurunkan alat berat ke sejumlah lokasi prioritas yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap banjir.

"Untuk mengantisipasi banjir di Parit Lalang, alat berat sudah kita arahkan ke lokasi. Selain itu, kawasan Kampak Ilir juga menjadi perhatian karena sempat mengalami banjir cukup signifikan, khususnya di Perumahan Matahari Residen," kata Agus kepada Bangka Pos, Senin (27/4/2026).

Menurutnya, normalisasi sungai tidak hanya berfungsi sebagai penanganan jangka pendek, tetapi juga bagian dari strategi berkelanjutan dalam pengendalian banjir di wilayah ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

Agus menyebutkan, setelah proses normalisasi di Parit Lalang rampung, alat berat akan segera dipindahkan ke kawasan Kampak Ilir guna mempercepat penanganan di wilayah tersebut.

"Dalam waktu dekat alat akan kita alihkan ke sana, agar aliran air kembali lancar dan risiko banjir dapat ditekan," katanya.

Pihaknya berharap langkah normalisasi sungai tersebut mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam meminimalkan potensi kerugian akibat banjir yang selama ini menjadi persoalan berulang di sejumlah kawasan Kota Pangkalpinang.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk turut menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah ke sungai, sebagai bagian dari upaya bersama dalam mencegah terjadinya banjir.

"Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan persoalan banjir di Pangkalpinang dapat ditangani secara lebih efektif dan berkelanjutan," tutur Agus. (t2)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.