Skenario Amerika Serikat (AS) yang mencuat, satu di antaranya memakai lumba-lumba terlatih untuk membersihkan ranjau di medan perang Selat Hormuz.
Mengutip Tribunnews pada (28/4), kabar ini menurut ulasan sumber utama "Khbrn" pada Senin (27/4/2026).
Perlu diketahui sebelumnya, di tengah ketegangan di Selat Hormuz yang mengganggu lalu lintas maritim, muncul skenario AS.
Di mana satu di antaranya, menggunakan cara tidak konvensional seperti lumba-lumba terlatih untuk membersihkan ranjau tanpa dukungan Eropa.
Lantas, ulasan itu menyebut bahwa penggunaan lumba-lumba untuk membersihkan ranjau laut mencerminkan kompleksitas tinggi operasi militer di jalur air vital tersebut.
"Penggunaan lumba-lumba untuk membersihkan ranjau laut adalah sebuah langkah yang mencerminkan tingkat kompleksitas operasi militer di jalur air vital ini," tulis ulasan Khbrn, Senin (27/4/2026).
Laporan juga memperkirakan proses pembersihan seluruh selat bisa memakan waktu hingga empat bulan.
Lantaran, ranjau dapat menyamar sebagai batu atau terkubur di dasar berpasir.