Eri Cahyadi Sidak Avur Margorejo, Ungkap Skema Anti Banjir Terintegrasi
Wiwit Purwanto April 28, 2026 12:32 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke avur Margorejo, Selasa (28/4/2026). Dalam peninjauan tersebut, ia memaparkan mekanisme penanganan genangan di tiga kecamatan, yakni Wonocolo, Gayungan, dan Jambangan.

Didampingi camat dan lurah, Eri menjelaskan alur aliran air yang saling terhubung antarwilayah. Ia bahkan memperagakan langsung arah aliran air menggunakan ranting kayu agar mudah dipahami kepada jajarannya. 

Paparan tersebut juga diikuti jajaran dinas terkait. Eri yang juga mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini menegaskan, sidak ini bertujuan menyamakan pemahaman soal sistem drainase.

“Saat sidak saluran tadi, saya ingin menunjukkan mekanisme aliran air sama teman-teman (lurah dan camat) bahwa ini saling terhubung,” ujarnya.

Penanganan Banjir Surabaya Masih Parsial

Menurutnya, persoalan genangan selama ini terjadi karena penanganan yang masih parsial. Aliran air kerap hanya dipindahkan dari satu wilayah ke wilayah lain, sehingga memicu genangan baru.

Baca juga: Eri Cahyadi Siapkan Jurus Baru Redam Banjir Surabaya Selatan: Ubah Arah Aliran Air

Ia mencontohkan, aliran air dari kawasan Karah di Jambangan bergerak ke Gayungan dan berdampak hingga Wonocolo.

Saat satu titik tidak mampu menampung debit air, limpasan akan berbalik dan menyebabkan banjir di wilayah lain.

Skema Baru Penanganan Banjir Surabaya 

Untuk itu, Pemkot Surabaya menyiapkan skema baru. Jalur yang sebelumnya mengarah ke Wonocolo akan disesuaikan agar wilayah tersebut tidak lagi menanggung kiriman air dari hulu.

Sebagai gantinya, aliran dialihkan ke saluran Kebon Agung yang terhubung langsung ke Kali Surabaya melalui rumah pompa Kebonsari.

“Kalau dibuka Wonocolo yang banjir. Kalau ditutup, Gayungan dan Ketintang yang banjir. Maka hari ini saya minta ditutup, tapi dialihkan ke Kebon Agung,” kata Wali Kota dua periode tersebut.

Baca juga: Proyek 5 Rumah Pompa Baru Selesai, Eri Cahyadi: Genangan hingga Banjir Surabaya Lebih Cepat Surut

Selain itu, aliran dari Margorejo akan diteruskan ke arah Avur Wonorejo sebagai bagian dari sistem drainase terintegrasi. Skema ini diharapkan membuat distribusi air lebih merata dan tidak menumpuk di satu kawasan.

Wali Kota Eri juga menekankan pentingnya pemahaman teknis bagi camat dan lurah. Ia meminta mereka ikut terlibat dalam perhitungan elevasi agar memahami arah aliran air secara ilmiah.

Sehingga, penanganan tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan, namun juga pemantauan saat hujan datang. "Lurah camat itu penguasa wilayah. Dia harus ngerti aliran air itu ke mana,” ujarnya.

Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Adi Gunita mengatakan, infrastruktur pendukung terus disiapkan untuk menunjang skema tersebut. Salah satunya adalah pengoperasian rumah pompa Margorejo sejak Desember 2025.

Sehingga, rumah pompa ini akan mempercepat aliran di sekitar Margorejo. “Rumah pompa Margorejo sudah dioperasikan sejak akhir tahun kemarin, termasuk yang di Ahmad Yani,” kata Adi.

Ia menjelaskan, aliran air dari Margorejo diarahkan ke Wonorejo, lalu masuk ke saluran Prapen Tengah dan dibuang ke Kali Jagir melalui sistem pompa.

Untuk meningkatkan kapasitas, saluran Prapen akan dilebarkan dari sebelumnya sekitar 2–3 meter menjadi 11–12 meter. "Saluran Prapen nanti akan dilebarkan untuk menampung aliran dari Margorejo dan sekitarnya,” imbuhnya.

Selain itu, perbaikan saluran di titik genangan, termasuk di kawasan Margorejo, akan dilakukan tahun ini. Saluran tersebut akan dihubungkan dengan jaringan drainase yang terintegrasi dengan rumah pompa.

Dengan skema baru ini, penanganan genangan di Wonocolo, Gayungan, dan Jambangan diharapkan lebih terarah. Sistem yang diterapkan juga tidak lagi bersifat parsial, melainkan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Sesuai arahan Bapak Wali Kota, ditargetkan tahun ini selesai,” tandasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.