Pesan Mensos Gus Ipul Untuk Kader Tagana Seluruh Indonesia
Mochamad Dipa Anggara April 28, 2026 12:34 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Taruna Siaga Bencana atau Tagana baru saja memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 pada 24 Maret 2026 lalu.

Mengusung tema ‘22 Tahun Mengabdi, Satu Sinergi untuk Ketangguhan Negeri’, peringatan ini menekankan pada solidaritas, profesionalisme, dan peran garda terdepan Tagana dalam penanggulangan bencana.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengucapkan selamat ulang tahun ke-22 kepada Tagana serta berterimakasih atas dedikasi tanpa batas yang telah diberikan untuk negeri.

“Saya sekali lagi, bersama Pak Wamen ingin mengucapkan selamat ulang tahun, terimalah rasa bangga saya, Pak Wamen, dan seluruh jajaran Kementerian Sosial, mewakili Bapak Presiden, mengucapkan terima kasih atas dedikasi pengabdian yang tak mengenal lelah bagi kader-kader Tagana, khususnya ketika terjadi bencana di berbagai tempat di Indonesia,” kata Gus Ipul saat memberikan arahan kepada kader Tagana seluruh Indonesia melalui aplikasi Zoom dari Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom ini, dihadiri oleh perwakilan Tagana dari 38 Provinsi seluruh Indonesia.

Sebelumnya, peringatan HUT Tagana ke-22 dirayakan serentak melalui berbagai kegiatan seperti apel, santiaji, hingga bakti sosial diberbagai daerah.

Berikut beberapa pesan yang disampaikan Mensos Gus Ipul untuk kader Tagana:

1.    Siaga Tanpa Kompromi

Gus Ipul menegaskan bahwa Tagana harus menjadi yang pertama hadir saat bencana terjadi, tidak boleh ada keterlambatan dan keraguan dalam pelaksanaan tugas sebagai kader Tagana.

“Pada saat prabencana, membangun sistem kesiagaan dan mitigasi bencana. Saat bencana, mengaktifasi sistem yang sudah dipersiapkan untuk penanggulangan bencana alam secara terpadu. Dan pasca bencana, melakukan kegiatan pemulihan dan penguatan korban bencana alam. Ini adalah yang dikerjakan oleh teman-teman sekalian,” kata Gus Ipul yang didampingi oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.

2.    Profesional dan Terlatih

Pesan selanjutnya, Gus Ipul berharap Tagana mampu meningkatkan kualitas SDM-nya, lebih professional dan juga memberikan yang terbaik bagi Bangsa dan Negara lewat bantuan-bantuan yang diberikan atas nama kemanusiaan, kepada keluarga-keluarga terdampak bencana di seluruh Indonesia.

Peningkatan kapasitas seperti dalam hal evakuasi, logistik, dapur umum, dan dukungan psikososial sangat penting, karena saat bencana yang dihadapi bukan simulasi namun nyawa manusia.

“Saudara-saudara hadir paling cepat, bekerja paling keras, dan pulang paling akhir. Itulah prinsip layanan saudara-saudara sekalian para anggota Tagana di seluruh Indonesia,” ujar Gus Ipul.

3.    Solid dan Terintegrasi

Kemudian, Gus Ipul menekankan Tagana harus memperkuat kolaborasi lintas sektor, seperti dengan TNI, Polri, BNPB atau BPBD di daerah, serta relawan-relawan non-government, jika perlu melaksanakan latihan simulasi bencana di tempat masing-masing.

“Tidak ada bencana yang bisa ditangani sendiri. Saya ulang, tidak ada bencana yang ditangani sendiri. Jadi, perkuat kolaborasi lintas sektor, bencana harus dilawan dengan gotong royong,” tuturnya.

4.    Berbasis Data dan Sistem

Pesan selanjutnya yang tidak kalah penting, Gus Ipul meminta seluruh kader Tagana untuk terlibat aktif dalam penguatan data dan sistem, menjadi bagian dalam pemutakhiran data, dengan begitu kader Tagana akan terbiasa bekerja berbasir data dan sistem.

“Respon bencana tidak cukup dengan hanya cepat saja. Saya ulang, respon bencana tidak cukup dengan cepat saja. Harus cepat dan tepat,” ungkap Gus Ipul.

Oleh karena itu, dalam rangka bekerja cepat dan tepat tersebut, penggunaan data yang akurat dan sesuai kenyataan dilapangan sangat penting.

“Kami berharap para kader Tagana bisa menjadikan DTSEN atau Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, untuk memastikan bantuan tepat sasaran, sekaligus membantu pemutakhiran, karena DTSEN itu memerlukan pemutakhiran data,” tambahnya.

5.    Integritas Tanpa Tawar

Gus Ipul mengingatkan kepada seluruh kader Tagana, tidak boleh ada penyimpangan termasuk penyalahgunaan bantuan, tidak ada ruang kompromi dalam amanah manusia.

“Selama ini sudah dijadikan pedoman di lapangan oleh kader-kader Tagana, tapi dalam kesempatan 22 tahun Tagana, saya ingin ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa integritas adalah modal besar buat kita untuk melayani keluarga yang berdampak,” ujarnya.

6.    Humanis dan Berempati

Terakhir, Gus Ipul berharap kader Tagana tidak hanya sekedar memberikan bantuan, tapi juga menghadirkan empati, menghadirkan kehangatan. Kader Tagana tidak hanya menolong tetapi menguatkan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.