Terlanjur Minum Obat Kuat, Kakek MA Murka Wanita Selingkuhan Tolak 'Ronde Kedua', Cekik Sampai Tewas
Murhan April 28, 2026 12:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID -  Terlanjur minum obat kuat berupa kopi jantan, Kakek MA (61) murka wanita selingkuhan S (41) menolak hubungan intim 'ronde kedua'.

MA bahkan tega membunuh wanita selingkuhannya itu di salah satu kamar hotel.

Adanya pembunuhan itu dilakukan MA di Hotel Sorake, Jalan Lintas Sumatera, Desa Perjuangan, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batubara, Senin (20/4/2026) dini hari.

Rupanya, MA gelap mata menghabisi korbannya setelah ajakannya berhubungan badan ditolak korban. 

Padahal, korban telah mengkonsumsi kopi jantan yang ditujukan untuk menambah gairah. 

Hal ini dikonfirmasi oleh Kapolres Batubara, AKBP Doly Nainggolan. Ia menerangkan kejadian ini bermula dari korban dan pelaku yang bersepakat berjumpa di hotel pada Minggu (19/4/2026) malam.

Baca juga: Usai Habisi Nyawa Istri, Suami Juga Bakar Diri Hingga Tubuh Hangus, Tewas Beberapa Hari Kemudian

Keduanya diantar menggunakan ojek masing-masing dan langsung bertemu di kamar. Sesampainya di kamar, korban dan pelaku memesan air mineral dan air panas.

"Setelah didalam kamar, pelaku menyeduh minuman kopi sachet dan mengajak korban berhubungan badan. Setelahnya korban meminta kepada pelaku untuk dibelikan nasi goreng," kata Kapolres Batubara, AKBP Doly Nainggolan, dikutip dari TribunSumut, Senin (27/4/2026).  

Namun, setelah makanan datang, korban justru tertidur tanpa sempat menyantapnya. Hingga pukul 04.00 WIB, pelaku kembali mengajak korban berhubungan intim, namun korban menolak.

"Pelaku yang mendapat penolakan dari korban terpicu emosi. Dalam kondisi marah, pelaku kemudian mencekik leher korban dan mendekap mulutnya saat korban dalam posisi telentang di atas tempat tidur," katanya.

Korban sempat berteriak dan didengar oleh petugas hotel dan mendatangi kamar hotel tersebut. Korban sempat bernafas dan memegangi leher serta dadanya.

"Namun, setelah beberapa saat, korban dinyatakan meninggal dunia dan petugas hotel melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Tim satreskrim Polres Batubara langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke rumah sakit," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan dokter forensik, ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban, kelopak mata, luka lecet pada bibir, memar, dan warna kemerahan pada leher.

Selain itu, dari hasil itu ditemukan tanda-tanda kekerasan organ dalam, pendarahan di paru-paru, gangguan pernafasan.

"Alat bukti kami ambil dari lokasi dan setelah diperiksa tidak ada unsur perencanaan dalam aksi pembunuhan tersebut," katanya.

Pelaku kini telah diringkus oleh Satreskrim Polres Batubara, Kamis (23/4/2026). 

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 458 ayat 1 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, subsider Pasal 466 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.

Bahaya di Balik Selingkuh!

Seorang pria, sebut saja X. Sebagai seorang eksekutif muda, aktivitasnya begitu padat. Keluar kota hampir seminggu dua kali dilakoninya. 

Rupanya, pria ini juga suka sekali jajan atau berhubungan seks dengan wanita tuna susila saat berada di luar kota.

Dia sadar, nafsu seksnya luar biasa. Karena itu, hasrat itu tak bisa terkalahkan oleh akal budinya. Tapi sayang, petualangannya berakhir di rumah sakit. 

Pria ini menderita penyakit kelamin. Alat vitalnya harus dibedah gara-gara kebiasaannya.

Demikian cerita ginekolog dan konsultan seks Boyke Dian Nugraha dalam seminar bertema Love, Sex and Harmony di Jakarta, saat mengungkap bahayanya selingkuh. 

"Dibalik kenikmatan yang didapat, rusaklah organ reproduksi yang bisa mengancam kehidupan seorang pria," kata Boyke.

Setidaknya ada 5 penyakit kelamin dan satu jenis kanker yang bisa diderita para pria yang suka selingkuh.  

1. Gonore. 

Penyebabnya adalah kuman neisseria gonore dengan masa inkubasi tiga sampai sepuluh hari. Pada keadaan akut ditandai dengan gajala rasa perih saat buang air kecil dan adanya keputihan yang agak kental. Pada keadaan menahun ( tak diobati dan tidak sembuh) infeksi dalam menjalar ke rahim, saluran telur, dan indung telur.  

2. Sifilis. 

Penyebabnya adalah parasit treponema palidum yang menyerang selaput lendir, termasuk anus, kemaluan, serta mulut. Masa inkubasinya tiga sampai empat minggu. Gejalanya, timbul luka pada vulva.  

3. Herpes genetalis. 

Penyebabnya virus herpes. Masa inkubasinya dua sampai sepuluh hari, dengan gejala adanya vesikel atau penggelembungan pada kulit. Gelembung itu berkelompok dengan dasar kemerahan yang bersifat hilang timbul. Dapat pula disertai rasa nyeri dan gatal.  

4. Klamidia. 

Penyebabnya adalah c. trachomatis. Biasaya ditandai dengan keputihan berwarna kuning disertai rasa sakit saat buang air kecil. Pemeriksaan terhadap bakteri ini sangat sulit dan mahal.  

5. HIV/AIDS. 

Sampai saat ini, penyakit ini belum ada obatnya. Sistem kekebalan kitalah yang diserang hingga akhirnya kematian menjemput.

(Banjarmasinpost.co.id/TribunLampung.co.id )

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.