WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Puluhan keluarga korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur mendatangi RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026).
Di depan ruang IGD, terpasang tenda pelayanan dari Polda Metro Jaya untuk keluarga korban kecelakaan KRL yang ditabrak KA Argo Bromo Anggrek.
Ada papan untuk mencatat sejumlah nama korban luka yang dirawat di beberapa rumah sakit di Bekasi.
Iqbal, salah satu keluarga korban kecelakaan, berada di Stasiun Bekasi Timur, sejak Senin (27/4/2026) pukul 23.00 WIB.
Baca juga: Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di RSUD Bekasi, Janji Evaluasi Perlintasan
Ia mendapat kabar dari kerabatnya bahwa kakak sepupunya bernama Endang Kuswanti menjadi korban kecelakaan karena ada di gerbong 10 KRL.
"Kerja selalu pakai KRL, dari Juanda, Jakarta Pusat, pulang ke rumah di Tambun," kata Iqbal, Selasa.
Menurut Iqbal, kondisi kakak sepupunya cukup tragis karena terjepit gerbong kereta api hingga kurang lebih 10 jam.
Petugas bahkan harus menggunakan alat berat manual untuk melepaskan jepitan gerbong kereta.
Baca juga: Kisah Ristuti, Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi, Dijemput Suami Tak Kunjung Tiba
Selama proses evakuasi, petugas harus memasang oksigen ke Endang agar tetap bertahan hidup di gerbong kereta.
"Dia ada di ambulans terakhir yang tiba di RSUD Bekasi," ucapnya.
Iqbal belum mendapatkan informasi terbaru kondisi Endang karena masih ditangani oleh tim medis.
Ia juga tak tahu luka yang dialami Endang.
Baca juga: Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang, 84 Luka Dirawat
"Kami masih menunggu hasil rongen," ujar Iqbal.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengunjungi RSUD Bekasi menjenguk korban luka kecelakaan kereta, Selasa.
Prabowo akan segera melakukan investigasi atas insiden kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur. (m26)