TRIBUNJAKARTA.COM, KEMAYORAN - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, melayat ke rumah duka Nuryati (63) salah satu korban kecelakaan tabrakan kereta yang tinggal di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, Rano datang ke rumah duka di pukul 11.25 WIB.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan duka cita sekaligus memastikan dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bagi para korban.
Rano mengaku langsung menginstruksikan jajaran Pemprov DKI untuk membantu penanganan di lokasi kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur.
“Dari semalam saya melihat kejadian di Bekasi dan langsung saya perintahkan untuk Jakarta membantu Bekasi. BPBD kita turun, PMI juga turun, bahkan sebagian Damkar juga turun ke Bekasi,” ujar Rano di rumah duka korban Nuryati, Selasa (28/4/2026).
Ia menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama, mengingat dari total 14 korban, empat di antaranya merupakan warga Jakarta.
“Artinya ini menjadi bagian tanggung jawab kita juga, karena ada warga Jakarta di antara korban,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Rano memastikan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan memberikan bantuan kepada keluarga korban, termasuk biaya pemakaman.
“Insyaallah semua sudah dibantu. Ada Dinas Pemakaman, Baznas juga memberikan bantuan. Ini sudah menjadi bagian dari perhatian kita,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov DKI juga mengerahkan armada TransJakarta untuk membantu mobilitas warga yang terdampak gangguan transportasi akibat insiden tersebut.
“Ini bagian dari aglomerasi. Kalau Bekasi terdampak, Jakarta juga kena imbasnya. Jadi kita bantu, termasuk dari sisi transportasi,” tuturnya.
Menantu korban, Andi Ayubi (39) mengatakan, saat peristiwa nahas itu terjadi, Nuryati bersama anak dan cucunya hendak menginap di rumah salah satu anaknya di Cikarang, Jawa Barat.
Karenanya, mereka memilih berangkat menggunakan KRL pada malam hari.
"Beliau emang sering nengok anaknya. Kan kebetulan almarhumah ini kan punya anaknya delapan dan sebagian sudah berkeluarga. Ada yang di Cikarang, ada yang di Bekasi. Nah, salah satunya itu yang ke Cikarang itu beliau mau menginap di sana," kata Andi ditemui di rumah duka, Selasa (28/4/2026).
Namun, sesampainya di Stasiun Bekasi Timur, perjalanan berubah menjadi petaka.
KRL yang dinaiki Nuryati bersama anak dan cucunya ditabrak dari belakang oleh Kereta Argo Anggrek.
Andi menceritakan, saat kejadian terjadi guncangan hebat disertai padamnya aliran listrik di dalam kereta.
“Lampu, kipas, semuanya mati. Penumpang jadi panik,” katanya.
Saat itu, Nuryati berada dalam satu rangkaian bersama anaknya dan cucunya yang masih berusia lima tahun.
Karena usianya yang sudah lanjut, Nuryati menjadi salah satu penumpang terakhir yang dievakuasi.
Setelah berhasil keluar dari kereta, ia sempat mengucapkan beberapa kata.
“Dia sempat bilang, ‘Ini ada apa?’ seperti kaget. Setelah itu pingsan, dan kemudian meninggal dunia,” tutur Andi.
Sementara itu, anak dan cucu Nuryati selamat, meski mengalami trauma akibat kejadian tersebut.
Mereka sempat menghubungi keluarga dalam kondisi panik sebelum akhirnya mendapat kabar duka sekitar satu jam kemudian.
"Untuk anaknya dan cucunya yang berusia lima tahun selamat," kata Andi.