TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sosok masinis KA Argo Bromo Anggrek yang tabrakan dengan KRL Commuter Line akhirnya terungkap.
Seorang penumpang KA Argo Bromo Anggrek sempat merekam detik-detik tabrakan.
Bahkan ia sempat berbincang dengan sang masinis sebelum kereta yang ditumpanginya melaju.
Dilansir dari akun Threads @rzyptr.14, tampak seorang pria sedang melakukan live streaming sebelum tabrakan terjadi.
Ia pun sempat menyorot bagian depan kereta dan berbincang dengan masinis.
"Dengan siapa, Pak?," tanya pria tersebut.
"Noviandi," kata sang masinis.
"Pak Novi, sang masinis kita. Nanti akan membawa Argo Bromo Anggrek. Betul begitu, Pak?," tanya pria tersebut.
"Betul, Pak," jawab sang masinis.
Kemudian pria itu juga sempat mempertanyakan kecepatan kereta.
"Dengan kecepatan berapa, Pak?," tanya dia lagi.
"Maksimalnya 120," kata Novi lagi.
Ia juga mengatakan bahwa kecepatan kereta bisa dilihat di rangkaian kereta.
Setelah itu, video bergulir ke dalam kereta.
Pria itu mengatakan kalau dirinya hendak ke gerbong makan terlebih dahulu.
Namun saat dirinya hendak berhenti, terdengar suara dentuman kencang.
Kereta yang ditumpanginya pun seketika langsung berhenti.
"Kecelakaan, Astaghfirullah, Allahu Akbar," kata dia.
Lalu ia pun keluar dari kereta dan melihat kondisi stasiun sudah berantakan.
"Kita nabrak ini, KRL ya," kata dia.
Baca juga: Suasana Mencekam di Gerbong Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi, Ibu Muda Tewas di Hari Pertama Kerja
Terlihat beberapa orang berlarian berusaha menyelamatkan penumpang yang terjepit.
"Ada korban di depan, belum ada paramedis," ujarnya lagi.
Masinis Selamat
KAI mengungkap bahwa masinis dari kereta api Argo Bromo yang terlibat tabrakan dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur dalam kondisi selamat.
"Sudah di luar. Kondisinya baik," kata Dirut KAI Bobby Rasyidin.
Ia juga mengungkap, berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia akibat insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
“Berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut,” kata Bobby dalam ketrangan resmi, Selasa (28/4/2026).
Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Sejak awal kejadian, seluruh upaya difokuskan pada penanganan korban dengan mengutamakan keselamatan dan kondisi setiap penumpang.
Proses evakuasi dan penanganan dilakukan secara hati-hati karena terdapat korban yang membutuhkan penanganan khusus.
Setiap langkah dilakukan dengan pertimbangan medis dan keselamatan agar penanganan dapat berjalan optimal.
KAI memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal.
Baca juga: Penampakan Sopir Taksi Hijau dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi, Jalan Santai Usai Mobil Ditabrak
Seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan KAI.
KAI juga menyampaikan bahwa barang-barang milik pelanggan yang ditemukan di lokasi kejadian telah diamankan dan saat ini berada di layanan lost and found.
Pendataan dan pengelolaan barang tersebut dilakukan secara terkoordinasi bersama pihak kepolisian untuk mendukung proses identifikasi dan kebutuhan penanganan lebih lanjut.
KAI juga menyiapkan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait korban dan penumpang.
Keluarga dapat menghubungi Contact Center KAI 121.
Untuk sementara waktu, Stasiun Bekasi Timur belum melayani naik dan turun penumpang.
Perjalanan KRL dilayani hingga Stasiun Bekasi, sementara jalur hilir telah dibuka untuk operasional kereta api dengan pengaturan terbatas.
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t