WARTAKOTALIVE.COM - Asisten masinis KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak kereta rel listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur buka suara usai kecelakaan.
Masih dalam keadaan syok, seorang pria berpakaian masinis terlihat berada di luar rangkaian usai kecelakaan Rabu (27/4/2027) malam.
Saat ditanya netizen, kronologi kecelakaan asisten masinis itu pun menjelaskan dengan nada bergetar.
Dia menyebut bahwa dirinya juga bingung dengan sinyal lampu di stasiun.
Petugas tersebut membantah adanya kekurangan komunikasi dalam perjalanan arah Pasarturi Surabaya yang berujung maut tersebut.
Pasalnya kata dia, petugas tiba-tiba melihat sinyal berwarna merah. Seharusnya sinyal tidak bisa tiba-tiba merah.
Petugas itu mengatakan bahwa pihaknya memang sempat mendapatkan kabar dari Pusat Kendali (PK) Kereta Api atau Operational Control Center (OCC) soal tabrakan KRL dengan sebuah taksi.
Namun demikian belum informasi diterima penuh tiba-tiba saja kereta yang dibawanya menabrak KRL yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur.
“Tadi memang sempat infoin PK-nya tapi belum terima info sepenuhnya tiba-tiba saja sudah menabrak itu,” jelasnya seperti dimuat X @txttransportasi.
Petugas itu pun sempat terdiam sebentar dalam kondisi masih syok.
Terlebih saat itu kecepatan kereta pun cukup tinggi mencapai 110 km/jam.
Sementara itu pihak Kereta Api Indonesia (KAI) mengungkapkan nasib ratusan penumpang di KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak kereta commuter line di Stasiun Bekasi Timur.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan ada 240 penumpang di dalam KA Argo Bromo Anggrek saat peristiwa tabrakan dengan kereta rel listrik (KRL) terjadi pada Senin (27/4/2026) malam.
Anne pun mengungkapkan nasib penumpang yang hendak ke Stasiun Pasarturi Surabaya dari Stasiun Gambir Jakarta Pusat itu.
Baca juga: Kemenhub Panggil Green SM Usai Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo
Kata Anne seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek dipastikan selamat usai terlibat kecelakaan.
"240 orang penumpang anggrek semua selamat," jelasnya dalam keterangan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi Timur, Jawa Barat.
Saat ini nasib penumpang yang tertahan di Stasiun Bekasi Timur juga akan segera dibawa ke Stasiun Gambir menggunakan bus.
Sebab hingga Selasa dini hari seluruh operasi kereta antarkota dari Jakarta dihentikan.
"Dan kami sudah menyiapkan bus untuk antarkan penumpang kembali ke Gambir karena hingga pada saat ini untuk semua operasi kereta api dari Jakarta Kami stop baik dari Pasar Senen ataupun Gambir," jelasnya.
Diketahui, peristiwa kecelakaan itu terjadi Senin (27/4/2027) sekira pukul 20.55 WIB.
Kecelakaan bermula dari sebuah KRL yang terpaksa berhenti mendadak di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur karena menabrak sebuah taksi listrik.
Kemudian tiba-tiba KA Argo Bromo Anggrek melintas hingga menabrak rangkaian KRL lain yang tengah tertahan di Stasiun Bekasi Timur akibat kecelakaan di perlintasan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” ujarnya.
Namun pihak KAI belum menjelaskan penyebab adu banteng kedua rangkaian kereta tersebut.
Pihak KAI akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring perkembangan penanganan di lokasi.