Pasar Umum Pringgabaya Terbakar: Pedagang Terpukul, Dagangan Ludes Jadi Abu
Laelatunniam April 28, 2026 02:06 PM

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Musibah kebakaran melanda Pasar Umum Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, pada Senin (27/4/2026) malam.

Ratusan lapak pedagang ludes dilalap si jago merah, mengakibatkan seluruh barang dagangan hangus tak tersisa.

Salah satu pedagang yang terpukul adalah Hermiwati (43), pedagang rempah-rempah yang telah puluhan tahun berjualan di pasar tersebut. Ia hanya bisa terduduk lemas meratapi puing-puing sisa kiosnya yang kini berubah menjadi arang.

“Semua habis, mulai dari rempah-rempah hingga barang dagangan yang baru saya beli kemarin. Saya sudah menyetok banyak karena persiapan untuk pengantar haji dan keperluan selamatan warga,” ujar Hermiwati dengan nada sedih saat ditemui, Selasa (28/4/2026).

Kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik di salah satu kios bagian tengah sekitar pukul 17.00 WITA. Material bangunan yang didominasi kayu dan tripleks membuat api dengan cepat menjalar ke puluhan kios lainnya.

Hermiwati menuturkan, ia sama sekali tidak menyangka pasar tersebut terbakar. Saat kabar musibah itu sampai kepadanya, api sudah membesar dan ia tidak sempat menyelamatkan barang dagangannya. Total kerugian yang ia alami ditaksir mencapai hampir Rp10 juta.

Nasib serupa dialami oleh Supriani, seorang pedagang pakaian. Ia mengetahui kabar kebakaran melalui media sosial Facebook dan segera bergegas menuju pasar. Namun, sesampainya di lokasi, barang dagangannya seperti baju dan celana sudah menjadi abu.

“Saya sangat sedih. Baru kemarin saya membeli barang dari Pasar Bertais untuk stok jualan hari Sabtu nanti. Apa yang saya andalkan hanya dagangan ini untuk menghidupi anak-anak saya,” tutur Supriani sambil menggendong anaknya. Ia memperkirakan total kerugian barang dan lapaknya mencapai Rp50 juta.

Hal senada juga disampaikan oleh Inaq Adi, pedagang sembako yang kehilangan stok telur, beras, hingga ketan. Ia menyebut kerugian materiel yang ia alami juga mencapai Rp50 juta.

Para pedagang kini berharap Pemerintah Kabupaten Lombok Timur segera turun tangan. Selain bantuan modal, mereka memohon agar puing-puing sisa kebakaran segera dibersihkan agar mereka bisa kembali membangun lapak dan berjualan untuk menyambung hidup.

"Harapan kami, pemerintah bisa mengganti dan membersihkan puing - puing bekas Kebakaran agar kami bisa berjualan kembali," pungkasnya.

Baca juga: Kebakaran Pasar Umum Pringgabaya: Diduga karena Korsleting, Ratusan Lapak Hangus

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.