Suhu di Makkah 28-34 Derajat, BKK Panjang Minta JCH Lampung Jaga Kondisi Fisik
Reny Fitriani April 28, 2026 02:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas 1 Panjang meminta jemaah calon haji (JCH) menjaga kondisi fisik saat berada di tanah suci. 

Hal ini berkaitan dengan suhu panas di Makkah. 

"Kami meminta JCH Lampung agar waspadai cuaca panas di sana diantara 28-34 drajat celcius," kata Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas 1 Panjang, Nur Purwoko, saat diwawancarai via WhatsApp,  Selasa (28/4/2026). 

Para JCH Lampung diharapkan menjaga kondisi fisik dengan istirahat yang cukup. 

Kemudian jangan memaksakan ibadah sunah jika kondisi fisik sedang tidak fit. 

Baca Juga: 40 Jemaah Calon Haji Pesawaran Terdiagnosis Hipertensi, Mayoritas Lansia

"Waspadai paparan panas diharapkan sering minum air putih, gunakan masker untuk menghindari penularan penyakit pernafasan dan gunakan pelindung matahari," papar Nur. 

Lalu JCH diharapkan mempersiapkan obat-obat pribadi jika alami gangguan kesehatan. 

Pesan Gubernur Mirza

Suasana khidmat menyelimuti Gedung Madinatul Hujjaz, Asrama Haji Rajabasa, Bandar Lampung pada Minggu (26/4/2026).

Di momen tersebut, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal didampingi Wakil Gubernur Jihan Nurlela melepas keberangkatan jemaah calon haji (JCH) Kloter JKG 07 asal Kota Bandar Lampung. 

Pelepasan 445 jemaah calon haji kali ini menandai dimulainya fase pemberangkatan ibadah haji 1447 Hijriah /2026 Masehi di Bumi Ruwa Jurai.

Acara pelepasan ini turut disaksikan oleh Dirjen Bina Haji dan Umrah Kemenag RI, Puji Raharjo, Kepala Kanwil Kemenhaj Lampung, M. Ansori F Citra, dan jajaran Forkopimda.

Kepala Kanwil Kemenhaj Lampung, Ansori memaparkan tahun ini Provinsi Lampung memberangkatkan total 5.869 jemaah.

Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari, 5.489 jemaah reguler, 291 jemaah prioritas lansia, 31 petugas haji daerah, dan 16 pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Serta 65 jemaah tambahan dan 3 pembimbing (serapan kuota sisa dari DKI Jakarta).

Seluruh jemaah terbagi ke dalam 14 kloter, di mana masing-masing kloter, termasuk Kloter 7 yang dilepas hari ini) berjumlah 445 orang. 

Musim haji 2026 ini juga mencatatkan profil jemaah tertua atas nama Tusiyem Karto Wiyono (95) dari Kloter 11 asal Lampung Timur, dan jemaah termuda, Aqila Anindita Aningtiyas (15) dari Kloter 9 asal Kabupaten Pringsewu.

Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menekankan bahwa haji adalah perjalanan spiritual yang menuntut kesabaran ekstra. 

Ia mengingatkan para jemaah bahwa mereka adalah orang-orang pilihan di tengah panjangnya masa tunggu haji di Indonesia.

"Haji bukan sekadar melihat Makkah, melihat Ka'bah, atau berziarah ke makam Nabi. Ini adalah perjalanan jiwa untuk menundukkan ego, membersihkan diri, dan mendekatkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT," ujar Mirza.

Beliau juga menitipkan pesan khusus agar jemaah mendoakan keberkahan bagi Provinsi Lampung menuju Indonesia Emas. 

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi Lampung memberikan dana tali asih sebesar Rp1.000.000 kepada setiap jemaah untuk mendukung operasional dan kenyamanan selama di Arab Saudi.

Sementara itu, Ansori mengingatkan pentingnya aspek moral dan sosial karena jemaah haji adalah duta bangsa. 

Jemaah diharapkan fokus beribadah, menjaga ketertiban, saling membantu, serta menjaga nama baik daerah dan bangsa.

Ia melaporkan bahwa seluruh persiapan teknis, mulai dari administrasi hingga bimbingan manasik, telah dilakukan secara maksimal.

Melalui pelepasan Kloter JKG 07 ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap seluruh proses pemberangkatan 14 kloter berjalan lancar hingga jemaah kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.

Untuk memastikan kelancaran ibadah, setiap rombongan didampingi oleh tim PPIH yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter, serta tenaga paramedis.

Ansori mengingatkan pentingnya aspek moral dan sosial selama di Tanah Suci. Ia menegaskan bahwa jemaah haji adalah duta bangsa.

"Jemaah diharapkan fokus beribadah, menjaga ketertiban, serta saling membantu satu sama lain. Kami juga berpesan agar jemaah menjaga nama baik daerah dan bangsa Indonesia selama berada di Tanah Suci," ujar Ansori.

Ia juga melaporkan bahwa persiapan teknis, mulai dari administrasi hingga bimbingan manasik, telah dilakukan secara maksimal untuk menjamin keamanan jemaah.

Melalui pelepasan Kloter JKG 07 ini, diharapkan seluruh proses pemberangkatan 14 kloter ke depan berjalan lancar, dan seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dengan selamat serta meraih predikat haji yang mabrur.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.