KAI Didesak Tak Cuma Andalkan Skema Asuransi saat Tanggung Jawab atas Guru SD Korban KRL Bekasi
Budi Sam Law Malau April 28, 2026 02:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mendesak PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk bertanggung jawab penuh terhadap keluarga korban kecelakaan kereta api yang melibatkan KRL dan KA jarak jauh di Bekasi, Senin (27/4/2026) malam.

Dalam insiden tragis tersebut, seorang guru SDN Pulogebang II, Jakarta Timur, Nurlaela, menjadi salah satu korban meninggal dunia. Kabar duka ini dikonfirmasi pihak Dinas Pendidikan setempat.

Wakil Sekretaris Jenderal PGRI, Sumardiansyah, menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus menegaskan pentingnya tanggung jawab konkret dari KAI kepada keluarga korban.

Baca juga: Kapolda Metro: 7 Orang Masih Terjepit di KA Argo Bromo Hantam KRL, Basarnas Lakukan Pemotongan

“Kami meminta KAI tidak hanya mengandalkan skema asuransi, tetapi juga menghadirkan kebijakan yang berpihak, seperti santunan pendidikan bagi anak korban,” ujar Sumardiansyah, Selasa (28/4/2026).

Selain tuntutan tanggung jawab, PGRI juga menyoroti aspek keselamatan transportasi yang dinilai masih lemah.

Mereka mendesak peningkatan pengawasan di perlintasan kereta, pembangunan infrastruktur keselamatan, hingga penutupan perlintasan sebidang yang rawan kecelakaan.

Menurut Sumardiansyah, kecelakaan di jalur kereta kerap berulang dan membutuhkan langkah preventif yang lebih tegas dari pemangku kebijakan.

Di sisi lain, PGRI juga mendorong evaluasi sistem penempatan guru oleh pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Kebijakan redistribusi dan mutasi guru dinilai harus mempertimbangkan jarak tempat tinggal dengan lokasi mengajar.

“Guru yang harus menempuh jarak puluhan kilometer berisiko mengalami kelelahan hingga berdampak pada kinerja dan keselamatan,” jelasnya.

Baca juga: Kepala Basarnas Pastikan Evakuasi Korban KA Bekasi Tuntas, Semua Korban Perempuan 

Saat ini, PGRI tengah berkoordinasi untuk melakukan takziah dan memberikan santunan internal sebagai bentuk solidaritas sesama tenaga pendidik atas berpulangnya "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa" dalam peristiwa memilukan tersebut.

Sebelumnya, kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di wilayah Bekasi dilaporkan menewaskan tujuh orang dan melukai puluhan penumpang.

Proses evakuasi dan investigasi masih terus berlangsung.

Tragedi ini kembali menjadi sorotan serius terkait keselamatan transportasi publik, khususnya bagi pekerja yang bergantung pada moda transportasi massal setiap harinya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.