Kondisi Sopir Taksi Green SM yang Tertabrak KRL Hingga Buat Kecelakaan Beruntun
Desy Selviany April 28, 2026 04:20 PM

WARTAKOTALIVE.COM - Terungkap kondisi sopir taksi Green SM usai ditabrak kereta rel listrik (KRL) Commuter Line yang kemudian menyebabkan tabrakan beruntun di Stasiun Bekasi. 

Diketahui tabrakan KRL dengan kereta jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek bermula dari kecelakaan di perlintasan yang letaknya hanya 100 meter dari Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026).

Sebelum KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur, rangkaian KRL lainnya menabrak taksi listrik Green SM yang melintas di perlintasan sebidang. 

Hal itu kemudian membuat KRL tertahan di tengah perlintasan. Akibatnya KRL di belakangnya tertahan di Stasiun Bekasi Timur. 

Tiba-tiba saja KA Argo Bromo Anggrek melintas dan menabrak KRL yang tertahan di Stasiun Bekasi Timur. 

Awalnya dari rekaman video warga yang diunggah akun Instagram siapasiidia, warga fokus dengan mobil taksi yang tertabrak kereta. 

Kira warga, kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Sebab dari rekaman terlihat sopir taksi berhasil selamat tanpa luka usai tertemper KRL. 

Sopir berkas hijau itu bahkan masih bisa berjalan dan menjelaskan kronologi kejadian. 

Sambil merokok, sopir taksi menjelaskan bahwa mobil yang dikendarainya tiba-tiba mati dan terkunci saat kereta mendekat. 

Kemudian masih di dalam mobil, dirinya tertabrak KRL yang melintas. Uniknya kondisi taksi juga tidak mengalami kerusakan berat. 

Taksi Green SM hanya penyok bagian sisi kiri yang persis tertemper KRL dan mengalami ban bocor. 

Sopir pun sempat duduk di pinggir rel lantaran syok dengan peristiwa kecelakaan tersebut. 

Tak berselang lama, sebuah kereta jarak jauh melintas dan menabrak KRL lain yang masih tertahan di stasiun.

Kecelakaan tersebut kemudian menewaskan 15 penumpang KRL arah Cikarang. 

Sementara itu pihak Green SM pun buka suara usai taksinya diduga menjadi penyebab tabrakan dua kereta di Stasiun Bekasi.

Di akun instagramnya, Green SM telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung.

Mereka memastikan keselamatan tetap menjadi prioritas utama. 

Baca juga: Korban Tewas Tragedi Bekasi Melonjak Jadi 14 Orang, Plt Bupati Sambangi Rumah Duka, Termasuk Guru SD

“Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan,” tulisnya.

Diketahui, peristiwa kecelakaan itu terjadi Senin (27/4/2027) sekira pukul 20.55 WIB. 

Kecelakaan bermula dari sebuah KRL yang terpaksa berhenti mendadak di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur karena menabrak sebuah taksi listrik. 

Kemudian tiba-tiba KA Argo Bromo Anggrek melintas hingga menabrak rangkaian KRL lain yang tengah tertahan di Stasiun Bekasi Timur akibat kecelakaan di perlintasan. 

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” ujarnya. 

Namun pihak KAI belum menjelaskan penyebab adu banteng kedua rangkaian kereta tersebut. 

Pihak KAI akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring perkembangan penanganan di lokasi. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.