Jamin Pengobatan, Plt Bupati Bekasi Sambangi Warganya yang Jadi Korban Tabrakan Kereta
Dwi Rizki April 28, 2026 04:20 PM

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja mengungkap sementara ini korban tewas insiden kecelakaan kereta antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek ada sebanyak tiga orang.

Hal itu diungkapkannya saat mengunjungi rumah duka guru SDN, Nurlaela (40) di Kampung Ceger RT 02/02 Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi pada Selasa (28/4/2026).

Sementara itu data untuk korban luka, ia akan segera mencari tahu dengan datang langsung ke RSUD dan RS Bella Kota Bekasi.

"Yang meninggal ada 3 orang, yang luka-luka saya belum terkonfirmasi saya mau ke Kota bekasi ke RSUD sama RS Bella, mau cek berapa warga Kabupaten Bekasi yang jadi korban luka-luka," jelas dia.

Tiga korban meninggal itu yakni warga Kecamatan Sukatani, Cikarang Timur dan Cibitung.

Asep memastikan, warga Kabupaten Bekasi mendapatkan penanganan baik saat di rumah sakit.

Baca juga: Insiden Tabrakan Maut antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek, KAI Dirikan Posko Darurat

"Kita khawatir ada tindakan operasi dan tindakan lainnya. Takutnya kan engga ada identitas dan KTP karena kecelakaan barang-barang hilang. Makanya saya mau ke sana pastikan penanganannya," beber dia.

Asep juga menyampaikan duka kepada keluarga korban.

Pemkab Bekasi melalui Dinas Sosial memberikan santunan untuk meringankan beban keluarga korban.

"Saya menyampaikan belasungkawa dan duka mendalam. Semoga almarhumah diterima disisi-NYA dan keluarganya diberikan ketabahan dan kesabaran," kata dia.

Tangis Haru Keluarga

Tangis haru menyelimuti pemakaman Nurlaela (30) warga Cikarang Timur Kabupaten Bekasi, salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek yang terjadi di sekitar Stasiun Bekasi Timur.

Korban merupakan warga Kampung Ceger, RT 02/RW 02, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Jenazah dimakaman di pemakaman tak jauh dari rumah duka.

KORBAN KECELAKAAN KERETA - Tangis haru menyelimuti pemakaman Nurlaela (30), warga Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Selasa (28/4/2026). Nurlaela adalah salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Nurlaela merupakan warga Kampung Ceger, Desa Tanjungbaru, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Jenazah dimakaman di pemakaman tidak jauh dari rumah duka.
KORBAN KECELAKAAN KERETA - Tangis haru menyelimuti pemakaman Nurlaela (30), warga Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Selasa (28/4/2026). Nurlaela adalah salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Nurlaela merupakan warga Kampung Ceger, Desa Tanjungbaru, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Jenazah dimakaman di pemakaman tidak jauh dari rumah duka. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Berdasarkan pantauan pukul 11.00 WIB pada Selasa (28/4/2026), keluarga, kerabat teman sesama guru ikut ke lokasi pemakaman. Tangispun pecah ketika jenazah mulai dimakamankan.

Terlihat tangis suami dan ibu korban pecah dan berusaha ditenangkan saudaranya.

Paman korban, Mulyadi, menuturkan kondisi jenazah almarhumah saat tiba di rumah dalam keadaan utuh, meski mengalami patah kaki dan diduga luka dalam.

“Kondisi tubuhnya utuh, tidak ada luka yang mengkhawatirkan. Cuma kakinya patah dan mungkin ada luka dalam,” kata Mulyadi.

Ia mengatakan Nurlaela sehari-hari bekerja sebagai guru PNS di SD Pejagan 11, Pulogebang, Jakarta Timur, dan rutin menggunakan KRL untuk berangkat serta pulang bekerja.

“Dia tiap hari naik KRL, pagi-sore. Memang kerjanya ngajar di sana,” ujarnya.

Mulyadi mengungkapkan jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 03.00 WIB setelah keluarga sempat mencari keberadaan korban sejak malam.

“Jam satu kami baru ketemu, terus koordinasi dan jemput. Sampai rumah jam tiga pagi,” katanya.

Sebelumnya, keluarga sempat cemas lantaran Nurlaela tak kunjung pulang dan telepon genggamnya diangkat pihak lain yang memberi informasi ponsel korban ditemukan, namun keberadaan korban belum diketahui.

“Kami sudah khawatir karena belum pulang, ditelepon tidak angkat. Pas diangkat orang lain dari pihak berwenang bilang handphone ditemukan, tapi korban belum diketahui ada di mana,” kata dia.

Nurlaela meninggalkan seorang anak yang kini duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar.

Sekadar informasi, insiden maut itu diduga bermula saat sebuah mobil taksi terserempet kereta di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur sekitar pukul 20.50 WIB. Pada saat bersamaan, KRL jurusan Cikarang tengah berhenti seperti biasa untuk menurunkan penumpang.

Namun perjalanan KRL tertunda akibat insiden di perlintasan tersebut hingga kemudian terjadi tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.

Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di wilayah Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 14 orang hingga Selasa (28/4) pukul 08.45 WIB. (MAZ)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.