TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kepengurusan Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Equestrian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2026–2030 resmi dilantik dan dikukuhkan.
Meski baru terbentuk, kepengurusan ini langsung dihadapkan pada target berat untuk meningkatkan capaian prestasi pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.
Ketua Umum Pengda Pordasi Equestrian DIY, Meiky Fredianto, menyatakan kesiapan pihaknya menjawab tantangan tersebut. Ia menegaskan bahwa minimal capaian sebelumnya harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan.
“Siap, itu adalah sebuah tantangan buat kita. Artinya, minimal kita bisa mempertahankan satu medali emas, tapi maksimal harus melebihi. Kalau kemarin satu emas, maka target ke depan dua emas,” tegas Meiky, Selasa (28/4/2026).
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pordasi Equestrian, Dewi Larasati, optimistis DIY mampu meningkatkan prestasi di tingkat nasional.
Ia menyoroti capaian pada PON sebelumnya yang meraih satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu.
“Saya yakin di PON berikutnya DIY bisa meningkat, minimal dua medali emas. Potensinya ada, tinggal bagaimana menyiapkan regenerasi atlet agar tidak terputus,” ungkapnya.
Dewi juga memastikan peluang cabang olahraga equestrian untuk kembali dipertandingkan di PON mendatang semakin terbuka.
Saat ini, Pordasi Equestrian telah memiliki 11 Pengda/Pengprov di seluruh Indonesia, jumlah yang telah memenuhi syarat untuk dipertandingkan dalam PON.
Dengan bekal kepengurusan Pordasi Equestrian DIY periode 2026-2030 yang dilantik di Kampoeng Media, Sleman, Sabtu (25/4/2026), dan dukungan berbagai pihak, DIY diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah potensial dalam cabang olahraga berkuda di tingkat nasional.