Pedagang Berharap Kenaikan Omzet setelah Jalan Bandar Jaya - Mandala Lamteng Mulus
Robertus Didik Budiawan Cahyono April 28, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah – Kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah di ruas Bandar Jaya – Mandala, Kabupaten Lampung Tengah sempat dikeluhkan warga. 

Sebelum dilaksanakan groundbreaking oleh Pemerintah Provinsi Lampung yang menandakan dimulainya perbaikan di jalan tersebut, masyarakat mengeluhkan terhambatnya mobilitas.

Kerusakan jalan yang terjadi selama puluhan tahun ini mulai menggerus pendapatan para pelaku usaha kecil di sepanjang jalur tersebut.

Salah satu yang merasakan dampak pahitnya adalah Pak Adi, seorang pedagang gorengan yang telah berjualan di Jalan Merapi, Kelurahan Bandar Jaya Timur sejak tahun 2000.

Selama lebih dari dua dekade, ia menjadi saksi bagaimana akses utama warga tersebut terbengkalai tanpa perbaikan yang memadai.

Baca juga: Groundbreaking Jalan Bandar Jaya–Mandala, Plt Bupati Lamteng: Bentuk Perhatian Pemprov

Menurut Pak Adi, kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang sangat mempengaruhi minat pembeli untuk mampir ke lapak dagangannya. Ia mengaku mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan akibat akses yang sulit dilalui.

"Ngaruh sih (ke usaha). Karena jalannya jelek, omzet kita bisa menurun," ungkap Pak Adi saat diwawancarai di sela-sela aktivitasnya menggoreng dagangan.

Masalah tidak berhenti pada jalan yang berlubang. Pak Adi menjelaskan bahwa setiap kali hujan deras mengguyur, wilayah tersebut dipastikan terendam banjir. Masalah utama diduga berasal dari sistem drainase yang sudah tidak berfungsi atau tersumbat total.

"Hujan deras pasti banjir. Karena drainasenya sudah mampet semua. Dari dulu ini sudah parah, kalau hujan deras selalu banjir," tambahnya.

Adi yang menyaksikan langsung kedatangan Pemprov Lampung yang melakukan pemaparan groundbreaking sembari menggoreng tempe dagangannya itu berharap perbaikan pada ruas jalan tersebut terlaksana dengan maksimal.

Adi menyambutnya dengan penuh harapan. Ia berharap perbaikan kali ini dilakukan secara menyeluruh, termasuk pembenahan saluran drainase agar aspal jalan tidak cepat rusak kembali akibat terendam air.

Dengan jam operasional mulai dari pukul 04.00 WIB hingga 18.00 WIB, ia berharap infrastruktur yang layak dapat segera terwujud demi kelangsungan ekonomi masyarakat kecil di Lampung Tengah.

"Ya, terima kasihlah kalau mau diperbaiki. Semoga tidak terhambat banjir lagi. Mudah-mudahan ada peningkatan omzet buat pedagang-pedagang di jalan sini," pungkasnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, menyambut dimulainya groundbreaking pembangunan ruas jalan provinsi Bandar Jaya–Mandala dengan nada optimistis. Ia menilai proyek tersebut menjadi jawaban atas harapan panjang masyarakat sekaligus langkah strategis memperkuat konektivitas di wilayahnya.

Dalam keterangannya saat meninjau lokasi pembangunan, Komang menyebut dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Lampung tahun ini tergolong sangat besar. Total dana yang dikucurkan mencapai Rp306 miliar, menjadikan Lampung Tengah sebagai daerah dengan alokasi infrastruktur jalan tertinggi di provinsi tersebut.

"Anggaran ini sangat signifikan, bahkan hampir mendekati belanja internal daerah kami. Ini bentuk perhatian serius dari provinsi terhadap kebutuhan masyarakat Lampung Tengah," ujar Komang, Senin (27/4/2026).

Menurut dia, pembangunan ruas Bandar Jaya–Mandala bukan sekadar proyek perbaikan jalan biasa. 

Jalan tersebut memiliki fungsi vital sebagai jalur yang menghubungkan dua jalan nasional, sekaligus menjadi alternatif untuk mengurai kepadatan lalu lintas, khususnya di kawasan Terbanggi Besar yang kerap mengalami kemacetan.

Komang menjelaskan, selama ini masyarakat telah lama mengeluhkan kondisi jalan tersebut. 

Dengan dimulainya pembangunan, ia berharap mobilitas warga dan distribusi barang dapat berjalan lebih lancar, yang pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal.

Selain mengandalkan dukungan dari pemerintah provinsi, Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah juga berupaya menyelaraskan program pembangunan melalui APBD. 

Tahun ini, kata dia, terdapat sedikitnya 13 ruas jalan tambahan yang masuk dalam agenda perbaikan.

Ia menegaskan, ada dua program prioritas yang sedang didorong pemerintah daerah, yakni "Jalan Tidak Berlubang" dan "Kampungnya Terang". 

"Kedua program ini difokuskan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus kenyamanan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela Chalim, mengungkapkan bahwa percepatan pembangunan jalan di Lampung Tengah tidak lepas dari tingginya perhatian publik. 

Ia mengakui banyaknya keluhan masyarakat yang viral di media sosial turut menjadi faktor pendorong.

"Laporan masuk hampir setiap hari, baik ke media sosial saya maupun gubernur. Lampung Tengah ini yang paling sering disorot, sehingga kami terdorong untuk segera mengambil langkah konkret," kata Jihan.

Ia menambahkan, pemerintah menargetkan tingkat kemantapan jalan di Lampung Tengah meningkat dari 89,15 persen menjadi 96,03 persen pada akhir 2026.

Namun demikian, Jihan mengingatkan bahwa perbaikan jalan harus dibarengi dengan pembenahan sistem drainase. 

Ia menilai, kerusakan jalan selama ini sebagian besar disebabkan oleh buruknya saluran air, yang membuat air hujan menggenang dan mempercepat degradasi jalan.

Karena itu, pembangunan ruas jalan Bandar Jaya–Mandala akan dilengkapi dengan sistem drainase yang memadai. 

Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan saluran air agar tidak tersumbat oleh sampah maupun sedimentasi.

"Pembangunan tidak cukup hanya selesai di konstruksi. Perawatan dan partisipasi masyarakat menjadi kunci agar jalan tetap awet," ujarnya.

"Dengan dimulainya proyek ini, pemerintah berharap konektivitas antarwilayah di Lampung Tengah semakin baik, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Provinsi Lampung," tutupnya. (Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.