Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan dan investigasi internal, terjadi peningkatan konsumsi Biosolar dalam beberapa waktu terakhir.
"Hal ini sejalan dengan adanya penyesuaian harga pada BBM nonsubsidi jenis Dexlite dan Pertamina Dex, yang mendorong sebagian konsumen beralih menggunakan Biosolar," kata Lilik kepada Tribunnanado.co.id, Selasa 26 April 2026.
Adapun realisasi penyaluran Biosolar di SPBU Kota Bitung menunjukkan tren peningkatan, yakni Februari: 75,86 KL per hari, Maret: 77,87 KL per hari, dan Periode 1–26 April: 82,54 KL per hari.
Peningkatan konsumsi ini berdampak pada antrean di sejumlah SPBU, khususnya pada jam-jam tertentu.
Meski demikian, penyaluran BBM Biosolar tetap dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Termasuk melalui mekanisme verifikasi QR Code dan kesesuaian nomor kendaraan guna memastikan distribusi tepat sasaran.
Sebagai langkah tindak lanjut, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mendukung penertiban penyaluran BBM subsidi agar tepat guna dan tidak disalahgunakan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan, serta mematuhi ketentuan yang berlaku demi kelancaran distribusi bersama," ujarnya lagi.
Apabila menemukan kendala layanan atau indikasi pelanggaran di lapangan, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Center (PCC) 135 sebagai saluran resmi pengaduan. (ndo)